pesona-kuliner

Rumah Merah Lasem, destinasi ikonik di kota bersejarah Rembang Jawa Tengah

Kamis, 18 Juli 2024 | 14:33 WIB
Bangunan Rumah Merah yang bersejarah di Lasem, Rembang, Jawa Tengah. (kwriu.kemdikbud.go.id)

WartaPesona.com - Rumah Merah Lasem di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menjadi destinasi wisata yang ikonik dan bersejarah. Desa Lasem ini juga terkenal dengan sebutan Tiongkok Kecil.

Destinasi wisata ikonik di Lasem Rembang Jawa Tengah ini disebut Rumah Merah karena hampir sebagian bangunannya berwarna merah khas arsitektur Tiongkok.

Selain menjadi destinasi wisata yang ikonik, Rumah Merah Lasem di Rembang Jawa Tengah ini juga bersejarah. Bangunan unik yang berada di Desa Karangturi ini sudah ada sejak tahun 1800an.

Lasem sendiri adalah sebuah kota kecamatan di Kabupaten Rembang, yang kaya akan peninggalan budaya, adat, tradisi, dan situs-situs bersejarah dari zaman Majapahit.

Rumah Merah Lasem menjadi ikonik, karena dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, dan religi. Bahkan, Rumah Merah ini juga dijadikan homestay, dilengkapi kafe dan Museum Batik Tiga Negeri.

Pengunjung yang datang ke Lasem bisa menginap di Rumah Merah, sembari mengeksplorasi bangunan tua yang sangat legendaris ini.

Sementara itu dilansir dari situs visitjawatengah, Museum Batik Tiga Negeri di Rumah Merah itu mewakili motif batik tiga daerah, yaitu Batik Lasem, Pekalongan, dan Solo.

Harga batik di Museum Batik Tiga Negeri ini bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Tak hanya batik, pengunjung yang datang ke Desa Lasem ini bisa menjelajah tempat-tempat kuno dan bersejarah lainnya. Sebutan Tiongkok Kecil pada desa unik ini sudah mengisyaratkan banyaknya bangunan bergaya etnik Cina-Hindia masa lampau.

Kecuali itu juga ada vihara tua dan makam-makam keramat warisan zaman Majapahit, yang menjadi destinasi wisata religi.

Desa Lasem unik dan menarik, karena di daerah ini juga terdapat banyak pondok pesantren. Lasem yang dalam sejarahnya merupakan daerah penting pada zaman Majapahit, konon dahulu juga merupakan kerajaan kecil.

Dikutip dari detikjateng, dalam sejarahnya Raja Lasem diketahui adalah seorang wanita cantik bernama Dewi Indu atau Duhitendu Dewi.

Lasem merupakan desa tua yang kaya sejarah, dan masih menyisakan banyak bangunan-bangunan kuno sebagai saksi bisu. Desa ini bahkan sudah terkenal sejak abad 14 Masehi sebagai Kota Bandar yang berada di pesisir Utara Jawa.

Pelabuhan Regol dan Kaeringan di Lasem, pada abad 14 Masehi itu bahkan menjadi pelabuhan-pelabuhan utama Kerajaan Majapahit ketika perdagangan rempah-rempah semakin marak.

Halaman:

Tags

Terkini