WartaPesona.com - Masjid Gedhe Yogyakarta punya sejarah panjang sejak berdirinya Keraton Yogyakarta pada tahun 1755 Masehi.
Masjid Gedhe Yogyakarta di Kampung Kauman ini terkenal karena setiap tahun menjadi tempat berlangsungnya tradisi Keraton Yogyakarta, Grebeg Maulud, Besar, dan Syawal.
Selain itu, Masjid Gedhe Yogyakarta juga menjadi destinasi wisata religi karena keunikan bangunannya yang khas Jawa dan kaya filosofi.
Baca Juga: Yang suka makanan seafood kepiting, yuk ingat lagi Fatwa MUI berikut ini
Keunikan bangunan Masjid Gedhe Yogyakarta ini adalah arsitekturnya yang khas Jawa, dengan ciri khas atap tumpang tiga.
Selain itu juga mustaka masjid khas Jawa yang berbentuk daun kluwih dan gada, tanpa menara dan kubah seperti masjid Timur Tengah.
Adanya serambi masjid dan pajagan, serta pagongan, juga menjadi ciri khas Masjid Gedhe Yogyakarta.
Mustaka masjid berbentuk daun kluwih dan gada ditopang oleh tiang-tiang dari kayu jati sebagai kubahnya.
Sedangkan atap masjid yang bersusun tiga itu disebut atap bertumpang Tajuk Lambang Teplok.
Atap masjid susun tiga atau bertumpang itu melambangkan tiga tingkatan kesempurnaan hidup, yaitu hakikat, syariat dan makrifat.
Baca Juga: Penderita asam urat harus hindari 9 makanan ini, 2 di antaranya durian dan seafood
Sedangkan daun kluwih berarti keluwihan atau kelebihan, dan gada berarti Tuhan Yang Tunggal.
Perlambang itu kemudian berarti jika seseorang sudah mencapai makrifat, hanya akan menyembah Allah SWT. Dan, karena itu seseorang punya kelebihan kesempurnaan.