Hanya saja untuk mempercepat proses produksi massal, pengolahan dilakukan menggunakan mesin untuk mempercepat proses sangrai atau pengeringan.
Pucuk daun teh hanya disangrai hingga kering, tanpa dirajang atau diremas yang membuatnya tak kehilangan kandungannya.
Menurut Nurjito, teh dari perkebunannya itu diolah menjadi produk teh hijau dan teh hitam.
Perbedaan pengolahan hingga menjadi teh hitam membuat perbedaan kandungan manfaat yang ada di dalamnya.
"Harga teh hitam juga lebih mahal dari teh hijau," kata Nurjito.
Teh produksi Desa Wisata Purwosari Kulon Progo Yogyakarta ini dipasarkan ke berbagai daerah baik secara online maupun offline.
Nurjito mengatakan, beberapa warga asing juga telah menjadi pelanggan yang rutin memesan Teh Gumilir untuk dikirim ke negaranya. ***