Wisata sejarah Istana Maimun di Medan Sumatera Utara, warisan masa jaya Kesultanan Deli Abad 19 Masehi

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Jumat, 9 Agustus 2024 | 23:26 WIB
Istana Maimun di Medan Sumatera Utara yang megah.  (Instagram @istana_maimoon)
Istana Maimun di Medan Sumatera Utara yang megah. (Instagram @istana_maimoon)

WartaPesona.com - Istana Maimun di Medan, Sumatera Utara yang dibangun pada tahun 1888 masih berdiri megah, dan menjadi destinasi wisata sejarah yang luar biasa menarik.

Berada di kota Medan, Sumatera Utara, Istana Maimun ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang paling banyak dikunjungi.

Kemegahan dan keunikan bangunan Istana Maimun di Medan Sumatera Utara, menjadi daya tarik utama kerajaan warisan Kesultanan Deli yang ikonik tersebut.

Baca Juga: Nurul Akmal jadi harapan tambahan emas di cabor angkat besi Olimpiade Paris 2024

Dengan dominasi warna kuning cerah khas Melayu, kemegahan Istana Maimun semakin memancar, seakan hendak mewartakan masa kejayaannya di masa silam.

Istana Maimun mulai dibangun oleh Raja Kesultanan Deli Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah, pada 26 Agustus 1888. Desain arsitekturnya dirancang oleh seorang Belanda bernama Capten Theodoor van Erp.

Pembangunan Istana Maimun yang selesai dalam waktu tiga tahun, merupakan bangunan dua lantai dengan tiga ruang utama yang disebut Bangunan Induk, Sayap Kiri, dan Kanan.

Baca Juga: Impor beras Indonesia hingga Desember 2024 berpotensi capai 5,17 juta ton, terbesar di dunia

Menempati lahan seluas kurang lebih 2.772 meterpersegi, bangunan legendaris warisan Sultan Deli ini menghadap ke timur.

Tepat di depan istana megah ini terdapat pula masjid besar tak kalah megah bernama Masjid Al-Mashun. Tak lain, masjid yang juga bersejarah ini adalah Masjid Raya Medan.

Sebagai bangunan masa lalu, Istana Maimun memiliki corak arsitektur yang kaya ragam budaya mewakili masa jaya Kesultanan Deli abad 19 Masehi.

Baca Juga: Kapal Perang RI mulai angkut pasukan TNI ke IKN, termasuk 36 Paspampres

Istana Maimun dibangun dengan perpaduan gaya arsitektur Melayu Islam, Spanyol, India, Italia, dan tentu saja Belanda sebagai negeri sang arsitek pembuatnya.

Nuansa bangunan Eropa tampak sekali dari puluhan lampu gantung yang menghiasi setiap ruang Istana Maimun. Demikian pula pada pernak-pernik lain seperti jendela, pintu, meja, kursi, dan almari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X