Magang Bergaji Nasional Diperluas, Mampukah Program Ini Kurangi Pengangguran Muda?

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 23:02 WIB
Program magang nasional memberikan pengalaman kerja nyata dengan dukungan upah layak bagi peserta muda di seluruh Indonesia. (Dok Dinkes Bulungan)
Program magang nasional memberikan pengalaman kerja nyata dengan dukungan upah layak bagi peserta muda di seluruh Indonesia. (Dok Dinkes Bulungan)

WartaPesona.com – Pemerintah tengah mempertimbangkan untuk memperluas Program Magang Nasional Bergaji hingga mencakup 100.000 peserta.

Wacana ini muncul seiring dengan upaya mempercepat penyerapan tenaga kerja muda, terutama bagi lulusan perguruan tinggi baru yang tengah mencari pengalaman kerja pertama.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menjelaskan bahwa keputusan peningkatan kuota akan diambil setelah evaluasi tahap pertama rampung.

“Kita akan evaluasi dulu tahap pertama. Kalau cepat terpenuhi dan hasilnya baik, kita siapkan tambahan target hingga 100 ribu pemagang,” ujar Febrio dalam acara Media Gathering APBN 2026, Kamis (9/10/2025).

Baca Juga: Panduan Daftar SIAPKerja Magang Nasional 2025: Syarat, Jadwal, dan Manfaatnya

Tahap pertama program ini menargetkan 20.000 peserta, dan apabila berjalan sesuai rencana, jumlah itu akan dilipatgandakan dalam tahap lanjutan.

Respons atas Tantangan Pengangguran Muda

Program ini dirancang sebagai jawaban terhadap tingginya angka pengangguran muda di Indonesia. Setiap tahun, sekitar 3,5 juta orang masuk ke pasar tenaga kerja baru, sebagian besar dari mereka adalah lulusan perguruan tinggi dan usia produktif.

Peserta magang nantinya akan memperoleh upah minimal setara Upah Minimum Provinsi (UMP), dengan peluang tambahan insentif dari perusahaan yang bekerja sama.

“Program ini bukan hanya soal menambah pengalaman kerja, tapi juga memastikan transisi dari pendidikan ke dunia kerja berjalan dengan dukungan ekonomi yang layak,” jelas Febrio.

Selain sektor formal, pemerintah juga membuka peluang magang di sektor informal seperti gig economy, yang dianggap semakin relevan dengan tren kerja masa kini.

Baca Juga: 3 Poin Menaker Yassierli Bicara soal Lapangan Kerja, dari Target 19 Juta hingga Larangan Diskriminasi Rekrutmen

“Banyak pekerjaan di gig economy yang fleksibel namun berpenghasilan baik. Ini juga bagian dari ekosistem tenaga kerja baru,” tambahnya.

Bagian dari Paket Ekonomi 8+4+5

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X