Cacar air juga dapat menyebar melalui percikan ludah atau udara dari orang yang terinfeksi.
Gejala awal yang muncul akibat dari cacar monyet adalah sakit kepala, nyeri otot, pembesaran kelenjar getah bening, dan demam akut dengan suhu tubuh di atas 38,5 derajat Celcius.
Baca Juga: Waspada! Cacar Monyet Sudah Masuk ke Indonesia, Apa Saja Gejala, Tanda Utama dan Pencegahannya?
Kemudian, gejala awal yang muncul pada cacar air di antaranya adalah demam, tidak nafsu makan, mual, muntah, lemas, lelah, sakit kepala, juga nyeri pada otot.
Untuk pencegahan pada penyebaran cacar monyet adalah menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi membawa virus.
Lalu, dengan mencuci tangan setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi, menggunakan alat pelindung diri saat merawat pasien, juga pastikan untuk memasak daging sampai matang.
Pada cacar air, dapat dilakukan pencegahan dengan menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, menggunakan masker saat berinteraksi dengan penderita, serta mencuci tangan setelah kontak dengan penderita.
Baca Juga: Ramalan Besok Senin Pemilik Zodiak Virgo Akan Dapat Banyak Keberuntungan dan Kebahagiaan, Simak Ini
Pengobatan pada penyakit cacar monyet adalah dengan mendapatkan vaksin antivirus, sedangkan cacar air dengan mendapatkan vaksin cacar air.
Tingkat kematian yang disebabkan oleh penyakit cacar monyet adalah sekitar 1-10 persen, sedangkan tingkat kematian pada penderita cacar air termasuk jarang terjadi.***
(Fathya Nur Hasna/Pikiran-rakyat.com) (AA)