WartaPesona.com - Berawal dari postingan video di platform Twitter bahwa ada seorang calon mahasiswa yang mengaku bergender non-biner (non binary) bukan laki-laki dan juga bukan perempuan di saat masa orientasi kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan.
Yang berakhir dengan ditolaknya mahasiswa baru tersebut oleh pihak perguruan tinggi karena hanya mengakui gender laki-laki dan perempuan.
Di banyak komentar di media sosial banyak yang bertanya-tanya memang apa sih non-biner tersebut?
Seperti di video yang viral tersebut, mahasiswa tersebut non-biner atau non binary adalah istilah seseorang yang tidak mengenal secara jelas, dia itu seorang laki-laki atau seorang perempuan.
Sebagaimana Pikiran-Rakyat.com menjelaskan dalam artikel : Mengenal Gender Non-Biner, Istilah yang Viral di Media Sosial bahwa mereka juga biasa dikenal dengan istilah agender, androgini, dan genderqueer.
Orang non-biner pada dasarnya merasa bahwa identitas dan pengalaman gender mereka mencakup aspek biner atau bahkan tidak, tetapi sifatnya yang selalu berubah-ubah.
Orang non-biner jelas berbeda dengan transgender.
Baca Juga: Tertangkap OTT KPK, Rektor UNILA Terima Suap dengan Bertarif untuk Menerima Calon Mahasiswa Baru
Transgender merupakan seseorang yang tidak mengidentifikasi dengan jenis kelamin mereka yang ditetapkan sejak lahir.
Oleh karena itu seseorang yang mengalami transgender rata-rata mengubah penampilan mereka menjadi gender tertentu.
Di Amerika Serikat, gender non-biner ini telah diterima masyarakat.
Hal ini terjadi di negara bagian Colorado dan California yang menyertakan identitas mereka pada dokumentasi seperti SIM.