WartaPesona.com - Banyak orang biasa tidur di bawah pohon karena ingin menikmati kesejukan udara, atau sekadar berteduh.
Namun, ada mitos yang menyebut tidur di bawah pohon pada malam hari bisa menyebabkan pingsan.
Tidur di bawah pohon bisa menyebabkan pingsan karena kekurangan oksigen. Benarkah, demikian?
Pohon-pohon menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis di siang hari.
Di malam hari, mereka melakukan respirasi atau proses mengambil oksigen dan melepaskan karbon dioksida.
Baca Juga: Pencak Silat, seni bela diri khas Indonesia yang mendunia, gerakannya unik namun mematikan
Namun, jumlah oksigen yang diperlukan oleh pohon untuk respirasi jauh lebih rendah dari jumlah oksigen yang dihasilkanselama fotosintesis di siang hari.
Karena itu, tidak ada alasan untuk khawatir tidur di bawah pohon yang rimbun akan menyebabkan kurangnya oksigen.
Sebaliknya, tidur di bawah pohon yang rimbun dapat memberikan beberapa manfaat positif.
Suara daun yang bergerak dan aroma alami yang ditimbulkan oleh tumbuhan dapat menciptakan suasana yang menenangkan, dan membantu seseorang untuk rileks.
Udara segar di alam terbuka juga dapat meningkatkan kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.
Baca Juga: Ragam budaya Betawi yang masih eksis hingga kini, salah satunya Gambang Kromong
Tidur di alam terbuka juga dapat mengurangi stres dan meningkatkan mood.
Studi telah menunjukkan, bahwa menghabiskan waktu di alam terbuka dapat membantu mengurangi tekanan darah, mengurangi produksi hormon stres, dan meningkatkan kualitas tidur.