Kesetaraan gender dalam dunia fesyen juga tercermin dalam pemilihan model untuk kampanye dan pertunjukan busana.
Baca Juga: 5 resep minuman dingin menyegarkan di musim kemarau, simpel, anti ribet, dan anti gagal
Banyak merek yang sekarang memilih model dari beragam latar belakang gender, termasuk model transgender dan non-biner.
Hal ini memberikan visibilitas yang lebih besar bagi individu-individu yang sebelumnya dianggap di luar norma dalam industri fesyen.
Pemilihan model yang inklusif ini tidak hanya mencerminkan perubahan sosial yang sedang terjadi, tetapi juga menginspirasi orang lain untuk merayakan keberagaman.
Selain itu, gerakan body positivity juga telah menjadi bagian penting dari perjuangan untuk kesetaraan gender dalam dunia fesyen.
Baca Juga: Balap merpati yang popular sepanjang masa dan digandrungi, sejarahnya menarik disimak
Kritik terhadap standar kecantikan yang sempit dan tidak realistis semakin memunculkan desakan untuk menerima segala bentuk tubuh dan ukuran pakaian.
Merek-merek fesyen mulai menghadirkan pakaian dalam berbagai ukuran, mencakup semua tipe tubuh, sehingga setiap individu dapat merasa nyaman dan percaya diri dalam berpakaian.
Perkembangan teknologi juga berperan dalam memperkuat kesetaraan gender dalam dunia fesyen.
E-commerce dan media sosial memberikan platform bagi para desainer independen dan merek yang mendukung kesetaraan gender untuk memperoleh pengakuan dan menjangkau konsumen di seluruh dunia.
Baca Juga: Profil Gilang Dirga, artis multitalenta yang lagi menuai pujian karena mengadakan lomba adzan
Ini mengurangi ketergantungan pada saluran distribusi konvensional yang sering kali mengikuti norma-norma gender yang kaku.
Meskipun terdapat perubahan positif, masih ada tantangan dalam merintis era pakaian tanpa batasan ini.
Beberapa orang masih merasa tidak nyaman dengan perubahan ini, dan mempertahankan pandangan konservatif tentang fesyen berdasarkan gender.