WartaPesona.com - Banyak kegiatan manusia (perbuatan baik) yang memiliki nilai ibadah, seperti kebaikan kepada orang lain, menghormati orang asing dan tetangga, merawat anak yatim, memberi makan orang lain saat berbuka puasa, menjawab salam, merawat dan mendoakan orang sakit, berdoa sebelum tidur dan bangun tidur, berbakti kepada kedua orang tua, membantu sesama dan lain-lain.
Selain itu segala bentuk ibadah formal (mahdlah) seperti sholat, puasa, zakat dan haji, serta ibadah tambahan (nafilah) yang tidak formal (ghair mahdlah) seperti sholat tarawih dan sholat malam lainnya, sholat duha, membaca Al Quran, Bacaan tasbih, sholat dan dzikir (tahlil) dan lain-lain jelas merupakan amalan yang berpahala bila dilandasi rasa ikhlas dan Lillahi Taala.
Baca Juga: Mendorong Gaya Hidup Bebas Rokok: Langkah-Langkah Menuju Kehidupan yang Lebih Sehat
Amalan apa yang dilakukan seseorang setelah kematian?
Ada tiga amalan yang masih dapat diterima, meskipun kita telah meninggal dunia. Berikut hadits yang menjelaskan tiga amalan manusia yang pahalanya tidak pernah berhenti:
Ketika seseorang meninggal, seluruh amalnya akan berakhir kecuali untuk tiga hal, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mau mendoakannya (HR. Muslim)
Tiga hal yang dimaksud adalah perbuatan (aktivitas) yang dilakukan oleh almarhum semasa hidupnya, namun manfaatnya juga akan diketahui oleh anak cucu, sehingga ia pun berhak mendapatkan balasan yang baik atas perbuatannya.
Hadits tersebut mengandung informasi bahwa segala aktivitas, perjuangan dan berbagai amal (amal) berakhir dengan berakhirnya hidup, kecuali tiga amal (aktivitas) yang dilakukan (berbakti), yaitu:
1. Sedekah Jariyah (Sadaqah Jariyah)
Adalah sesuatu yang diberikan dalam beberapa bentuk yang membawa manfaat jangka panjang bagi orang lain.
Contohnya seperti wakaf tanah, biaya pembangunan masjid (infaq), sedekah buku perpustakaan, membangun lembaga pendidikan, menggali sumur untuk umum, mencetak buku yang bermanfaat bagi banyak orang, dll.
Sedekah adalah tindakan berbagi yang memberikan banyak manfaat bagi orang lain, sehingga pahala selalu diberikan kepada mereka yang melakukannya, bahkan setelah kematian.
Tentu saja inti dari sedekah ini adalah niat yang tulus dan ikhlas, tidak mengharapkan pujian (riya) dari pihak lain, dan tidak sombong dari sudut pandang manusia murni.
Baca Juga: Pentingnya Vitamin D: Manfaat untuk Kesehatan Tubuh yang Perlu Anda Ketahui
2. Ilmu yang Berguna
Dengan cara mengajarkan ilmu atau keterampilan kepada orang lain (siswa), menulis buku atau artikel di majalah, dll.
Selama ilmu yang diberikan masih dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh orang lain bahkan setelah itu, pahala tetap ada selama itu bahkan setelah dia meninggal.
3. Anak Sholeh yang Mau Mendoakan Orang Tua
Anak yang sholeh adalah anak yang telah dididik orang tuanya dengan sangat baik, sehingga anak tersebut menjadi anak yang taat kepada Allah SWT, mampu dan siap mendoakan orang tuanya, taat dan berguna bagi orang tuanya, bagi agama, nusa dan bangsa.
Baca Juga: Menelusuri Pesona Arsitektur Religius: Keindahan Tempat Ibadah di Indonesia
Hadits ini juga mengajarkan kepada masyarakat tentang pentingnya membesarkan anak secara Islami, menanamkan keimanan pada anak sejak dini, dan membimbing anak menjadi generasi Al-Qur'an.
Karena di balik kebanggaan memiliki anak yang taat, saleh dan soleh, terdapat ibadah dan kebaikan anak yang saleh yang selalu bermanfaat bagi orang tuanya. *** (FA)
Penulis: Fisqiyyah Awawin