WartaPesona.com - Siapa sih yang tidak mengenal Rayyanza Malik Ahmad? Putra kedua sekaligus bungsu dari pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, yang kerap dipanggil Cipung ini, memang menarik perhatian masyarakat Indonesia.
Terlepas dari parasnya yang lucu dan menggemaskan, Cipung juga menarik perhatian netizen dengan kepintarannya, perilakunya yang begitu aktif, responsif dan “sadar kamera”, hingga kini tutur bicaranya sudah mulai terdengar jelas, terlebih untuk anak seusianya.
Melihat perkembangannya yang pesat, tidak terlepas dari pola asuh dan didik yang diterapkan oleh kedua orangtuanya, juga Rini Perdiyanti, selaku pengasuh Rayyanza, seperti dikutip dari popmama.com.
Baca Juga: 10 Tips Hidup Sehat yang Mudah Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Sus Rini bahkan disebut netizen Indonesia dengan sebutan “Jendral Rini”, berkaitan dengan pola didikannya yang terlihat seperti melatih Rayyanza dengan kurikulum “militer”, mengharuskannya aktif bergerak dan belajar.
Salah satu diantara metode pendidikan anak yang diterapkan Sus Rini adalah metode Montessori.
Metode Montessori pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Maria Montessori, seorang dokter sekaligus pendidik anak asal Italia.
Metode Montessori mulai diperkenalkan sejak abad 19, hingga awal abad 20, yaitu sejak awal tahun 1900.
Baca Juga: Tips Diet Sehat dan Ampuh Menurunkan Berat Badan
Metode belajar sekaligus bermain ini, mengacu pada kegiatan membebaskan anak untuk mengeksplorasi apa yang ingin mereka pelajari dari rasa ingin tahu yang terbentuk.
Seperti Rayyanza, setiap anak memiliki potensi dan bakatnya masing-masing.
Hal inilah yang dikembangkan melalui metode Montessori dengan menanamkan sifat mandiri pada diri anak, namun tetap dengan pengawasan orang tua.
Beberapa contoh dari Montessori seperti bermain bola, bermain puzzle dan teka-teki, menyusun balok, mengenal tekstur-tekstur benda, membuat slime dan plastisin, memegang sayur dan buah secara langsung, hingga membereskan mainannya secara mandiri.
Baca Juga: Ramadhan Penuh Berkah: Ibadah-Ibadah Sunah yang Bisa Dilakukan di Bulan Ramadhan
Wah, sangat menarik ya metode pendidikan anak ini! Namun, sebenarnya apa manfaat yang akan dirasakan anak setelah menerapkan Montessori?
Berikut setidaknya 5 manfaat metode Montessori terhadap tumbuh kembang anak:?
1. Meningkatkan Kemampuan Motorik Anak
Beberapa permainan seperti menyusun balok, bermain bola, hingga menggambar dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar dan halus pada anak.
Permainan semacam ini dapat meningkatkan koordinasi di antara anggota gerak tubuh anak, membiasakan anak untuk menggenggam, memegang, melepas, dan mengangkat sebuah objek.
2. Menumbuhkan daya imajinasi dan kreativitas
Baca Juga: 5 Investasi Syariah yang Menggiurkan di Indonesia
Anak yang terbiasa diberi kesempatan untuk mengeksplor dunianya, cenderung memiliki rasa ingin tahu, daya imajinasi, dan kreativitas yang lebih luas.
Hal ini disebabkan rasa ingin tahu yang dimiliki oleh anak “diizinkan” untuk diinterpretasikan ke dalam berbagai persepsi sebagai hasil kreativitas dari imajinasi yang dipikirkan oleh sang anak.