WartaPesona.com - April Mop, atau yang dikenal juga sebagai April Fool's Day, adalah perayaan yang populer di negara-negara Barat, yang diperingati setiap tanggal 1 April.
Pada hari tersebut, orang-orang suka membuat lelucon dan menipu orang lain dengan berbagai cara.
Namun, apakah Anda tahu bahwa perayaan April Mop memiliki sejarah yang cukup suram, terutama di Spanyol?
Sejarah April Mop di Spanyol dimulai pada masa pemerintahan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella pada abad ke-15.
Saat itu, Spanyol dikuasai oleh bangsa Moor yang mayoritas beragama Islam.
Raja dan Ratu berusaha untuk mengambil kembali wilayah Spanyol dari bangsa Moor tersebut.
Pada tahun 1492, tentara Salib dikirim ke Spanyol dengan tujuan untuk merebut kembali wilayah tersebut.
Pada tanggal 1 April 1492, terjadi sebuah peristiwa tragis yang menjadi bagian dari sejarah kelam umat Islam.
Tentara Salib menipu tentara Muslim dengan mengatakan bahwa warga Spanyol akan dibebaskan dan dibawa keluar dengan menggunakan kapal.
Baca Juga: Mi Glosor, Nikmati Sensasi Pedas Manis Kuliner Ramadhan di Bogor, Jawa Barat
Namun, sebenarnya itu semua hanyalah tipuan semata. Begitu Muslim Spanyol masuk ke dalam kapal, mereka malah dibunuh oleh tentara Salib. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan "El Dia de la Toma", atau Hari Penaklukan.
Peristiwa ini menjadi sebuah tragedi besar bagi umat Islam di Spanyol. Ribuan orang Muslim tewas dalam peristiwa ini, dan sebagian besar wilayah Spanyol dikuasai oleh tentara Salib.
Oleh karena itu, bagi umat Islam, perayaan April Mop bukanlah sekadar perayaan yang menyenangkan, tetapi juga mengingatkan akan peristiwa kelam dalam sejarah agama Islam dan hukumnya haram, dikutip dari UrbanJabar.com.