WartaPesona.com - Bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan. Banyak sekali hikmah yang dapat diambil dari bulan suci ini berdasarkan buku Fiqh dan Ushul Fiqh Metode Istinbath dan Istidlal.
Hikmah dan keutamaan puasa adalah sebagai berikut:
1. Promosi kesetaraan status sosial antara kaya dan miskin
Puasa, khususnya Ramadhan, mengajarkan manusia bahwa kedudukannya di hadapan Allah adalah sama. Orang kaya, meskipun dia mampu membeli makanan dan apa saja, dia tidak bisa seenaknya melanggar perintah Tuhan.
Baca Juga: Tidak Ada Larangan Buka Puasa Bersama Bagi Masyarakat
Dalam konteks puasa, yang boleh dan tidak boleh dilakukan sangat luas sehingga yang kaya dan berkuasa dapat merasakan apa yang diderita oleh yang miskin dan yang membutuhkan.
Ibnu Qayyim pernah berkata:
"Puasa dapat mengingatkan orang kaya akan penderitaan dan kelaparan yang diderita orang miskin."
2. Mengajarkan keteraturan dan kedisiplinan, kesabaran serta penuh cinta dan kasih sayang
Puasa mengajarkan orang untuk mendisiplinkan seseorang dengan aturan yang sama. Terlepas dari posisi dan pangkat seseorang, mereka harus tunduk pada aturan yang berlaku.
Baca Juga: Ancol Merayakan Ramadhan dengan Gratis Masuk Selama Sebulan Penuh
Dari fajar hingga senja, manusia diajarkan untuk disiplin dan berserah diri hanya kepada Tuhan. Sementara dia bisa makan, minum dan bahkan berhubungan badan tanpa sepengetahuan orang lain, puasa mengajarkannya kejujuran dan pengabdian total hanya kepada Tuhan.
Puasa juga sabar. Bersabar di sini mencakup beberapa hal; sabar dalam ibadah, sabar dalam bekerja dan sabar dalam menjauhi kemaksiatan.
Nabi SAW bersabda berikut artinya:"puasa adalah perisai maka hendaknya tidak berkata jorok dan membodohi. Jika seseorang memusuhi atau mencaci maka hendaknya dia berkata Aku sedang puasa" (HR Bukhari).
Baca Juga: Tips Berpuasa dari Imam Al Ghazali untuk Menjadi Orang Soleh. Ada 6 Perkara untuk Menghindari Dosa
3. Tubuh yang sehat
Penelitian medis menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang berlebihan bisa berakibat fatal. Karena makan berlebihan menyebabkan berbagai penyakit, seperti penyakit kardiovaskular.
Tidak ada cara lain untuk mencegah penyakit selain menghadapi penyebab dan gejalanya. Perut yang lapar pada waktu-waktu tertentu diperlukan untuk memungkinkan proses pencernaan di dalam tubuh untuk menghancurkan sel-sel berbahaya.
Dengan adanya proses ini maka tubuh kembali normal setelah pembentukan sel baru yang sehat dan kuat.
Baca Juga: Tips Praktis untuk Mengatasi Jet Lag saat Berpergian. Ini 6 Cara Sederhana Mengatasi Jet Lag
Puasa dapat memberikan ruang terbuka bagi lambung dan usus untuk menyaring makanan.
Kekosongan keduanya dapat mengurangi hal-hal yang menimbulkan penyakit dan racun. Kemudian penyerapan dari usus berhenti. Akhirnya, amonia tidak mencapai jantung, glukosa atau garam.
Penemuan medis telah menunjukkan bahwa puasa dapat memperbaiki penyakit jantung, diabetes, penyakit kulit, dan menurunkan kolesterol.
Nabi SAW menyampaikan dalam sabdanya: "berpuasalah kamu, niscaya kalian akan sehat."
Baca Juga: Kelezatan Putu Mangkok,Sajian Istimewa Ramadhan dari Kepulauan Riau, Berikut Resepnya
4. Menekan dan mengendalikan keinginan
Para ulama sepakat bahwa gharizah jinsiah (naluri seksual) adalah salah satu senjata setan yang paling berbahaya untuk membujuk dan menipu manusia.
Oleh karena itu, puasa teratur dapat mengurangi ketegangan seksual dengan baik. Karena itulah Nabi SAW berpesan kepada para pemuda yang belum mampu menikah, berpuasa guna mengurangi nafsu seksual yang ada.
"Wahai para pemuda barang siapa diantara kalian yang mampu menikah maka menikahlah dikarenakan dengan menikah dapat lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan dan barang siapa tidak mampu menikah maka baginya untuk berpuasa hal itu sebagai tameng baginya." (HR Muslim dan Bukhari).
Baca Juga: Sri Mulyani Buka-bukaan Terkait Isi Surat PPATK di Depan DPR. Apakah itu PPATK? Tanggung Jawabnya kepada...
5. Untuk memahami ibadah yang benar kepada Allah
Hal terpenting dari hikmah puasa, selain manfaat di atas, adalah menunjukkan ketakwaan dan kepasrahan manusia kepada Allah SWT.
Ini diungkapkan dengan sangat jelas dalam firman Allah swt di akhir ayat 183 surat al-Baqarah: "la'allakum tattaqun" (agar kalian bertakwa).
Orang yang berpuasa dengan niat ingin sehat saja, maka dia tidak disebut beribadah kepada Allah swt. Tetapi jika dia niat puasa dengan niat karena Allah maka sekaligus ingin sehat, maka dia akan meraih dua keuntungan; keuntungan beribadah dan keuntungan mendapatkan kesehatan. *** (AC).
Penulis : Achmad Chusanudin
Sumber : Hasbiyallah. (2013). Fiqh dan Ushul Fiqh Metode Istinbath dan Istidlal (1st ed.). PT Remaja Rosdakarya.