WartaPesona.com- Social Anxiety Disorder (SAD) atau gangguan kecemasan sosial adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa takut dan cemas berlebihan dalam situasi sosial.
Pengidapnya merasa tidak nyaman saat berinteraksi dengan orang lain, terutama di lingkungan baru atau saat menjadi pusat perhatian.
Rasa takut yang muncul sering kali tidak rasional, tetapi begitu kuat hingga menghambat aktivitas sehari-hari, pekerjaan, bahkan kehidupan pribadi seseorang.
Baca Juga: Panic Disorder: Serangan Panik Mendadak yang Mengganggu Kehidupan Sehari-hari
Gejala Social Anxiety Disorder
Gangguan kecemasan sosial bisa menimbulkan berbagai gejala fisik dan emosional yang muncul sebelum, selama, atau setelah menghadapi situasi sosial. Beberapa gejala umum yang dialami oleh penderita antara lain:
Gejala Fisik:
Jantung berdebar kencang
Wajah memerah atau berkeringat berlebihan
Gemetar, terutama di tangan atau suara
Sesak napas atau pusing
Mual atau sakit perut
Gejala Emosional dan Perilaku:
Ketakutan intens saat berbicara di depan umum atau dalam kelompok
Cemas berlebihan sebelum menghadiri pertemuan sosial
Menghindari interaksi dengan orang baru atau berbicara dengan orang asing
Takut dievaluasi atau dikritik oleh orang lain
Merasa malu atau canggung dalam situasi sosial sederhana, seperti makan di tempat umum
Baca Juga: Wapres Gibran Pastikan Distribusi LPG 3 Kg Tertib, Kunjungi Pangkalan Gas di Pasar Manggis
Penyebab Social Anxiety Disorder
Penyebab pasti social anxiety disorder belum sepenuhnya diketahui, tetapi beberapa faktor berikut diyakini berkontribusi terhadap perkembangan gangguan ini:
Faktor Genetik
Orang dengan riwayat keluarga yang memiliki gangguan kecemasan sosial lebih berisiko mengalami kondisi serupa.
Ketidakseimbangan Zat Kimia di Otak
Neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin yang tidak seimbang dapat memengaruhi suasana hati dan tingkat kecemasan seseorang.
Baca Juga: Kemenkop dan BNI Bersinergi: Revitalisasi KUD dan Gapoktan Menuju Kemandirian Pangan