Studi Harvard Study of Adult Development, salah satu penelitian terpanjang tentang kebahagiaan yang berlangsung lebih dari 75 tahun.
Penelitian tersebut menemukan bahwa orang yang memiliki hubungan yang kuat dan mendukung cenderung lebih bahagia, lebih sehat, dan hidup lebih lama dibandingkan mereka yang kurang memiliki hubungan sosial.
3. Makna Hidup dan Kebahagiaan
Banyak orang setuju bahwa kebahagiaan tidak hanya soal merasa nyaman atau puas sepanjang waktu, tetapi juga tentang menemukan makna hidup.
Menurut teori psikologi positif yang dikembangkan oleh Martin Seligman, kebahagiaan yang mendalam datang dari melakukan hal-hal yang bermakna.
Kegiatan yang memberi kontribusi pada sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Ini bisa termasuk pekerjaan sukarela, mendidik anak-anak, atau menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Rahasia Produktivitas dan Ketenangan Pikiran dengan Sholat Dhuha
Orang yang merasa bahwa hidup mereka memiliki tujuan dan makna cenderung melaporkan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi daripada mereka yang hanya mencari kesenangan sesaat.
Mereka mengalami kebahagiaan yang lebih tahan lama dan lebih mampu mengatasi tantangan hidup.
4. Peran Gratitude dan Mindfulness
Latihan rasa syukur (gratitude) dan meditasi (mindfulness) juga memainkan peran penting dalam kebahagiaan.
Gratitude adalah kemampuan untuk merasakan dan menghargai hal-hal baik yang ada dalam hidup kita, meskipun sederhana.
Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Positive Psychology menemukan bahwa orang yang secara rutin mencatat hal-hal yang mereka syukuri setiap hari mengalami peningkatan kebahagiaan yang signifikan.
Sedangkan Mindfulness adalah kemampuan untuk hadir dan sepenuhnya menyadari momen sekarang tanpa terganggu oleh penilaian atau pikiran tentang masa lalu atau masa depan.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa latihan mindfulness dapat mengurangi stres, meningkatkan kebahagiaan, dan meningkatkan kesejahteraan emosional secara keseluruhan.
Baca Juga: Nalar Diri yang Bijak: Panduan Mengenali Pikiran dan Mengurangi Overthinking
5. Kebahagiaan dan Genetika
Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa ada aspek genetik dalam kebahagiaan.