gaya-hidup

5 Tahapan Cinta Menurut Psikolog, Kebanyakan Orang Berhenti Di 3. Jadi, Masih Ragu Sama Dia?

Kamis, 14 Maret 2024 | 10:35 WIB
Tahap Awal - Infatuation and Early Attachment (Leonard Febrianto)

WartaPesona.com – Fase – fase asmara kerap kali menjadi hal yang sering dipertanyakan, seperti lagu armada, mau dibawa kemana?

Memahami cinta memang gasemudah membalikkan telapak tangan, mencari dan terus belajar adalah salah satu solusinya. Meski mungkin belum juga bertemu yang tepat.

Kalau kamu bingung, hubuganmu sama si doi sudah tahap mana, nah tepat banget nih, jangan terlewat ya.

Baca Juga: Fungsi dari Perbankan Syariah dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi Global

Cinta itu bertumbuh seiring waktu. para psikolog pun mencari, apa yang membuat cinta dapat bertumbuh seiring waktu, kira – kira ada 5 tahapan. Tapi kenapa orang banyak berhenti di tahap yang ke-3?

1. Keterkaitan dan Keterikatan Dini

Menurut Dr. Debora Khosabah, Tahapan paling awal dalam jatuh cinta, banyak terjadi dengan kegilaan, ketertarikan dan keterikatan awal.

Kebanyakan orang akan merasakan, perasaan euforia dekat dengan orang yang menarik bagi mereka, dan ketika perasaaan mereka terbalas, hidup akan terasa begitu indah.

Mereka akan lebih sering tertawa, dan lebih sering menggoda. Pada umumnya Ini adalah fase yang paling disukai karena semuanya tentang bersenang-senang dan romantisme.

Baca Juga: Teknologi untuk Menanggulangi Bencana Alam: Membantu Masyarakat Menghadapi Bencana Alam

2. Mulai Serius

Tahap Kedua - Getting Serious (Leonard Febrianto)
Memasuki tahap ke-2, seringnya pasangan semakin serius akan hubungan mereka, fase ini biasanya komitmen seperti mengatakan “aku cinta padamu” atau belajar berkompromi dengan patner anda “maafin aku ya, aku janji gangulangin!”

Menurut psikoterapis & pekerja sosial klinis, Alison Abram, kemungkinan besar akan hubungan terpisah, setelah ketertarikannya hilang dan bahkan mungkin akan tergila-gila dengan orang lain.

3. Tahap Kritis

Tahap Ketiga - The Crisis Stage (Leonard Febrianto)
Selama lebih dari satu dekade studi klinis dilakukan, bagaimana otak bereaksi terhadap cinta yang dilakukan.

Halaman:

Tags

Terkini