gaya-hidup

Imam Pesuwaryantoro Mendorong Inovasi dan Komitmen Pro-Iklim di Debat Pilpres KPU 2024

Jumat, 26 Januari 2024 | 23:35 WIB
Imam Pesuwaryantoro, penuh semangat di TPA Bantar Gebang Kota Bekasi, menginspirasi masyarakat dengan solusi pro-iklim dan Hilirisasi Sampah. (Imam Pesuwaryantoro)



WartaPesona.com
- Pemuda berbakat asal TPA Bantar Gebang Kota Bekasi, Imam Pesuwaryantoro, menciptakan gebrakan menarik dalam momentum Debat Pilpres KPU 2024 yang memfokuskan pembahasan pada Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat, dan Desa.

Sebagai Delegasi Indonesia di COP-28 UAE Dubai 2023, Imam Pesu membagikan pengalaman berharga dan memberikan solusi pro-iklim serta rekomendasi kepada calon presiden dan calon wakil presiden.

Pasca keterlibatannya dalam COP-28, Imam Pesu secara tajam menyoroti ide Hilirisasi Sampah menjadi Industri sebagai langkah utama dalam menanggulangi masalah sampah.

Baca Juga: Tim Pemenangan Muda Ganjar - Mahfud Gencarkan Merumput di Pasar Kemis untuk Menyerap Aspirasi Pemuda di Banten

Dengan usianya yang baru 28 tahun, pemuda ini mengadvokasi revisi UU no.18 Tahun 2008 Tentang Persampahan.

Salah satu usulan terpentingnya adalah pemberian insentif langsung kepada masyarakat, seperti pengurangan beban biaya pajak dan penghapusan retribusi sampah untuk individu, masyarakat, dan korporasi yang aktif dalam pemilahan sampah serta pelaksanaan Program Ekonomi Sirkular.

Tidak hanya itu, Imam Pesu juga menyoroti ketidakmampuan pemerintah dalam mencapai target iklim dan energi terbarukan, dikutip dari situs Marketing.co.id.

Baca Juga: Cawapres Gibran Rakabuming Raka Mulai Kampanye di Jayapura dengan Kunjungan Ke Pasar Pharaa Sentani Papua

Melalui kerjasama dengan Aliansi Power Up Indonesia, ia menyampaikan enam rekomendasi kunci kepada pasangan calon Capres dan Cawapres 2024:

  1. Peningkatan NDC dan Net Zero Emission pada 2045: Menetapkan komitmen kontribusi nasional yang lebih tinggi dan mencapai nol emisi pada tahun 2045.

  2. Target Energi Terbarukan hingga 60% pada 2030: Menyusun rencana untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan hingga minimal 60% di sektor ketenagalistrikan pada tahun 2030.

  3. Hentikan Dukungan untuk Bahan Bakar Fosil: Menghentikan kebijakan dan pendanaan bagi industri bahan bakar fosil dan mendukung transisi energi.

  4. Pemensiunan PLTU dan Mobilisasi Pendanaan: Mempercepat pemensiunan PLTU eksisting dan mengalokasikan pendanaan untuk transisi energi.

  5. Partisipasi Masyarakat Adat dan Rentan: Memastikan partisipasi masyarakat adat, golongan rentan, dan generasi muda dalam kebijakan iklim.

  6. Regulasi Pro-Iklim dan Tata Kelola Ketat: Menetapkan regulasi dan undang-undang yang mendukung pro-iklim serta tata kelola ketat untuk nilai ekonomi karbon.

Baca Juga: Di Bulukumba: La Ode Basir Mengharapkan Relawan untuk Memastikan 200 Suara 'AMIN' di Setiap TPS dan Menjaga!

Imam Pesu berharap bahwa tema debat ini akan memberikan dorongan kuat untuk mengkomitmenkan Hilirisasi Pengelolaan Sampah sebagai industri prioritas dan solusi pro-iklim di Indonesia.

Dengan demikian, terbuka peluang yang luas untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi 200 juta usia produktif Indonesia, serta mempercepat pencapaian Indonesia Net Zero Emission 2045 dan Indonesia Emas 2045. ***

Tags

Terkini