gaya-hidup

Merdeka Belajar: Tantangan dan Peluang bagi Pendidikan Indonesia

Selasa, 16 Januari 2024 | 10:26 WIB
Ilustrasi. Merdeka Belajar, program keunggulan Kemendikbud RI (Freepik.com)

"Namun, ada beban untuk meningkatkan metode mengajar dan mempersonalisasi pembelajaran," ungkap Gozali yang merupakan guru di Madrasah Ibtidaiyah.

Gozali menambahkan bahwa bagi siswa, Merdeka Belajar seharusnya memberikan kebebasan untuk mengeksplorasi minat dan bakat pribadi mereka.

Namun, ada risiko beberapa siswa merasa kehilangan arah atau terlalu banyak beban. Keterampilan manajemen waktu dan kemandirian menjadi krusial.

"Terakhir dari perspektif orangtua yang mempunyai peran penting dalam mendukung konsep Merdeka Belajar," tulis Gozali.

"Meskipun mengajarkan anak untuk mandiri adalah baik, ada kekhawatiran bahwa orangtua kehilangan kendali dalam pendidikan anak."

Baca Juga: Pendidikan di Dunia Virtual: Masa Depan Pembelajaran Interaktif

Gozali mengungkapkan pentingnya komunikasi antara sekolah dan orangtua penting untuk memastikan partisipasi orangtua dalam pendidikan anak.

"Konsep Merdeka Belajar seharusnya memberikan kebebasan seimbang tanpa menjadi beban berlebihan."

"Kolaborasi guru, siswa, dan orangtua diperlukan untuk mewujudkan pendidikan yang lebih modern dan relevan di Indonesia. Hanya dengan sinergi ketiganya, konsep Merdeka Belajar dapat membawa manfaat positif bagi perkembangan pendidikan," tutup Gozali. ***(SA)

Halaman:

Tags

Terkini