WartaPesona.com – Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menegaskan bahwa pelatih kepala Timnas Indonesia yang baru wajib membawa program transfer pengetahuan kepada pelatih lokal.
Kebijakan ini disebutnya sebagai fondasi penting dari arah pembinaan sepak bola nasional yang ingin diperkuat PSSI dalam beberapa tahun ke depan.
Pernyataan ini juga sekaligus menjadi penegasan bahwa PSSI tidak hanya mencari sosok pelatih asing dengan rekam jejak hebat, tetapi juga figur yang mampu membangun warisan kompetensi bagi ekosistem kepelatihan Indonesia.
Transfer Ilmu Jadi Syarat Utama Pelatih Baru
Sumardji menjelaskan bahwa keberadaan asisten pelatih lokal bukan sekadar pelengkap dalam struktur kepelatihan.
Mereka adalah pihak yang harus ikut “tumbuh” bersama pelatih kepala melalui pendampingan langsung, diskusi teknis, serta pelibatan aktif dalam sesi latihan dan perencanaan taktik.
“Kami mewajibkan pelatih kepala memberikan transfer ilmu kepada pelatih lokal. Ini bukan opsi, tetapi bagian dari kontrak kerja,” tegasnya.
Ia mencontohkan bagaimana kolaborasi Shin Tae-yong dengan Nova Arianto menghasilkan percepatan kematangan pelatih lokal.
Menurutnya, kedekatan komunikasi keduanya selama empat tahun terakhir turut membentuk Nova sebagai pelatih yang lebih siap dan adaptif terhadap standar sepak bola modern.
“Nova berkembang karena proses belajar yang konsisten. Dan itu contoh yang ingin kami ulangi,” tambah Sumardji.
Pencarian Pengganti Kluivert Mulai Mengerucut
Setelah kerja sama dengan Patrick Kluivert berakhir pada pertengahan Oktober 2025, PSSI bergerak cepat membentuk komite seleksi internal. Dari banyak nama yang masuk, kini telah mengerucut menjadi lima kandidat final.
Menurut Sumardji, Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers bersama dua anggota Komite Eksekutif telah terbang ke Eropa untuk melakukan serangkaian wawancara mendalam.
Pertemuan tatap muka ini penting untuk memastikan bahwa para kandidat tidak hanya memiliki visi teknis, tetapi juga komitmen terhadap pembinaan jangka panjang.