Dari Krisis ke Promosi: Kebangkitan Como 1907 Bersama Hartono Bersaudara Awal Mula Berdirinya Como 1907

photo author
Fathan Riyandi, Warta Pesona
- Selasa, 21 Januari 2025 | 12:41 WIB
Striker Como, Patrick Cutrone merayakan selebrasi gol vs Hellas Verona, 29 September 2024 (instagram.com/@comofootball)
Striker Como, Patrick Cutrone merayakan selebrasi gol vs Hellas Verona, 29 September 2024 (instagram.com/@comofootball)

WartaPesona.com - Como 1907, klub sepakbola Italia yang berbasis di kota Como, Lombardia, memiliki sejarah panjang yang penuh dinamika sejak didirikan pada tahun 1907.

Sebagai salah satu klub tertua di Italia, Como FC pada awalnya didirikan oleh sekelompok penggemar olahraga lokal yang ingin mempromosikan sepakbola di wilayah tersebut.

Klub ini memainkan pertandingan pertamanya dalam kompetisi regional dan lambat laun berkembang hingga meraih promosi ke divisi-divisi yang lebih tinggi.

Prestasi terbaik Como tercatat pada awal 1980-an, ketika klub berhasil tampil di Serie A, kasta tertinggi sepakbola Italia.

Meski keberadaannya di level atas tidak bertahan lama, Como tetap menjadi simbol kebanggaan kota kecil yang terkenal dengan pemandangan indah dan danau yang mempesona.

Baca Juga: Islam Makhachev Kembali Pertahankan Sabuk Juara, Tundukkan Moicano di UFC 311

Namun, perjalanan klub tidak selalu mulus. Pada tahun-tahun berikutnya, Como mengalami banyak kendala finansial yang membuatnya terdegradasi ke liga-liga bawah dan beberapa kali menghadapi kebangkrutan.

Krisis dan Kebangkitan

Krisis keuangan yang melanda Como berujung pada pembubaran klub pada tahun 2005.

Setelah sempat dibentuk kembali dengan nama baru, Como akhirnya kembali ke panggung sepakbola profesional Italia.

Meski demikian, ketidakstabilan finansial terus membayangi perjalanan klub selama lebih dari satu dekade.

Situasi berubah drastis pada tahun 2019 ketika Como menarik perhatian investor internasional.

Baca Juga: Ratusan ASN Melakukan Unjuk Rasa Protes dan Sentil Perlakuan Mediktisaintek Terhadap Karyawannya

Puncaknya, pada tahun 2021, keluarga Hartono, pemilik Grup Djarum dan orang terkaya di Indonesia, mengambil alih kepemilikan klub melalui perusahaan bernama SENT Entertainment yang berbasis di London.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Fathan Riyandi

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X