MotoGP Mandalika 2024 Dongkrak Ekonomi Mataram: Dampak Signifikan bagi Industri Perhotelan

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Selasa, 1 Oktober 2024 | 12:24 WIB
Sirkuit Mandalika penuh dengan para pengunjung dan tim balap, mencerminkan dampak ekonomi dari ajang MotoGP 2024. (Kemenparekraf)
Sirkuit Mandalika penuh dengan para pengunjung dan tim balap, mencerminkan dampak ekonomi dari ajang MotoGP 2024. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024 atau MotoGP Mandalika yang berlangsung pada 27-29 September 2024 di Pertamina Mandalika International Circuit berhasil menciptakan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Mataram, khususnya di sektor perhotelan.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya, dalam siaran pers mengungkapkan bahwa acara ini memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel di wilayah sekitar.

Baca Juga: Forum Perempuan Mendengar Menjadi Momentum Agustina WP Bersama Anak Muda Membahas Isu Mental Health di Semarang

"Berdasarkan laporan Ketua IHGMA DPD NTB, okupansi hotel naik signifikan, namun kenaikan harga masih sesuai ketentuan hukum ekonomi terkait supply dan demand," jelas Nia dalam acara "The Weekly Brief With Sandi Uno", Senin (30/9/2024).

Nia juga menambahkan bahwa Kemenparekraf sedang mengkaji dampak ekonomi keseluruhan dari ajang MotoGP 2024.

"Potensi ekonomi sedang dihitung, termasuk dari penjualan tiket serta rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara dan domestik."

Baca Juga: Begini jawaban Kemenag soal 5 rekomendasi Pansus Angket Haji 2024 DPR RI

Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD NTB, Lalu Kusnawan, mengungkapkan bahwa tingkat hunian hotel di sekitar Ring 1 Sirkuit Mandalika, seperti Kute, mencapai 95%, sementara di Mataram mencapai 80%.

“Dampak positif dari MotoGP tahun ini sangat terasa, terutama di sektor perhotelan,” katanya.

Lalu menegaskan bahwa kenaikan harga kamar selama pelaksanaan MotoGP telah mengikuti peraturan Pergub Nomor 9 Tahun 2022, yang mengatur harga akomodasi di wilayah tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa kenaikan harga ini wajar terjadi saat permintaan meningkat. "Saat high season seperti ini, kenaikan harga bukan hal aneh, karena semua rantai suplai ikut terdorong," jelasnya.

Baca Juga: SEABEF dan WITF 2024: Transformasi Industri MICE dan Pariwisata Indonesia

Untuk menjaga stabilitas harga di masa mendatang, Lalu mengusulkan adanya kerja sama dalam bentuk bundling tiket, akomodasi, dan paket wisata.

“Kami terbuka untuk duduk bersama mencari solusi terbaik, termasuk promosi lebih awal dan kolaborasi dengan pelaku pariwisata," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

MotoGP Italia 2026: Marco Bezzecchi Juara

Senin, 1 Juni 2026 | 05:37 WIB

MotoGP Italia 2026: Marco Bezzecchi Meraih Pole

Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:22 WIB

Crystal Palace Juarai Conference League

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:24 WIB
X