Jika tanam langsung di tanah, buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 2,5 hingga 5 cm. Jarak antarlubang sebaiknya sekitar 20 hingga 30 cm.
Jika menggunakan bibit, tanam bibit setelah risiko pembekuan tanah berlalu. Pastikan untuk memberikan cukup air setelah penanaman untuk membantu bibit akar.
4. Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan yang baik adalah kunci keberhasilan dalam budidaya jagung manis.
Baca Juga: Seni patung abstrak, ekspresi jiwa seniman yang menginspirasi
Pastikan tanaman mendapatkan air yang cukup, terutama selama fase pertumbuhan aktif dan pembentukan tongkol.
Jagung manis membutuhkan sekitar 1 hingga 1,5 inci air per minggu.
Monitor kondisi tanah secara teratur dan berikan pupuk tambahan jika diperlukan.
Pertahankan area tanaman tetap bebas gulma dengan melakukan penyiangan secara rutin.
5. Perlindungan dari Hama dan Penyakit
Jagung manis rentan terhadap serangan hama dan penyakit tertentu.
Hama yang umum meliputi ulat daun jagung, kutu daun, dan penggerek batang.
Baca Juga: Cengkeh punya manfaat kesehatan sebagai antibakteri, dan mengontrol gula darah
Gunakan metode pengendalian organik atau konvensional yang sesuai untuk mengendalikan hama ini.
Penyakit yang umum di antaranya karat jagung, jamur busuk akar, dan busuk pangkal batang.
Pastikan untuk melakukan rotasi tanaman, menjaga kebersihan area tanaman, dan menggunakan varietas tahan penyakit jika tersedia.
6. Panen dan Pasca Panen
Jagung manis siap untuk dipanen sekitar 18 hingga 24 minggu setelah penanaman, tergantung pada varietas yang Anda tanam.