WartaPesona.com - Nappa Milano, sebuah brand sepatu lokal dengan gaya klasik, telah eksis selama enam tahun sejak 2015. Nama tersebut diambil dari kata "nappa leather", sebuah jenis kulit premium, dan "Milano" diambil dari kisah perjalanan ayah dari pendiri Nappa Milano, seorang pengusaha bisnis manufaktur sepatu yang belajar tentang craftmanship di Italia.
Penggagas brand tersebut, Dennis Sanjaya, memulai bisnis Nappa Milano karena desakan keadaan pada tahun 2015. Bisnis keluarganya mengalami masalah karena hasil produksi sepatu mengalami penurunan minat yang besar akibat perlambatan ekonomi dunia.
Hal ini membuat Dennis mencoba untuk menjual stok sepatu berlebih melalui media sosial dan bazar di mal. Percobaan tersebut membuahkan hasil dan menarik minat banyak pelanggan hingga Dennis memutuskan untuk melanjutkan bisnis sepatunya.
Setelah popularitas Nappa Milano meningkat di media sosial Instagram, Dennis mencari partner yang memiliki latar belakang dalam bidang kreatif. Ia bekerja sama dengan Fariz Noor Pramandha sebagai co-founder Nappa Milano.
Fariz yang berpengalaman dalam bidang fotografi memiliki tanggung jawab atas pengaturan konten dan kreatif dari Nappa Milano. Dennis memiliki tanggung jawab dalam operasional dan produksi, sementara Fariz bertanggung jawab dalam marketing dan branding.
Pada masa pandemi, minat beli pelanggan terhadap Nappa Milano mengalami penurunan sebanyak 50%, terutama pada bulan Maret dan April 2020. Oleh karena itu, Nappa Milano perlu strategi pemasaran baru dengan produk yang relevan dengan kondisi, diskon, serta campaign yang mendukung.
Nappa Milano baru-baru ini mengeluarkan Leisure Collection dengan konsep yang lebih santai, namun tetap mempertahankan sisi formalitasnya, untuk memenuhi kebutuhan di masa pandemi.
Dalam artikel ini, Nappa Milano menawarkan produk sepatu dan sandal dengan desain dan tampilan yang semi-casual. Dennis Sanjaya dan Fariz Noor Pramandha membagi tanggung jawab dalam mengembangkan brand sepatu lokal Nappa Milano sehingga dapat bertahan dan berkembang dalam persaingan industri sepatu.
Pada tahun 2021, Dennis menetapkan target bahwa Nappa Milano harus menjual 10 ribu pasang sepatu dengan bantuan 15 karyawan. Agar target tersebut tercapai, Nappa Milano berusaha meningkatkan produksi dengan meluncurkan produk baru, meningkatkan titik distribusi, dan melakukan kampanye di media sosial, seperti edukasi tentang kulit asli dan sintetis.
Nappa Milano berfokus pada target pelanggan pria dan wanita berusia 24 hingga 35 tahun. Meskipun sepatu Nappa Milano memiliki tampilan yang formal, banyak pelanggan dari kalangan mahasiswa dan dewasa yang membeli sepatu tersebut untuk kegiatan sehari-hari karena kenyamanan dan desain yang stylish.