Menjadi mantri di daerah kepulauan menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Selain harus menghadapi perjalanan laut yang cukup panjang, keterbatasan infrastruktur seperti akses listrik dan jaringan komunikasi juga menjadi kendala dalam menjaga hubungan dengan nasabah.
Waktu kunjungan yang terbatas membuat setiap pertemuan harus dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk memberikan layanan perbankan maupun edukasi kepada masyarakat.
Baca Juga: KUR BRI 2023 untuk Usaha Mikro dan Usaha Kecil: Solusi Pembiayaan Mudah UMKM dan Pariwisata. Ini Syaratnya
Di balik dedikasinya sebagai insan BRI, Eka juga menjalankan peran sebagai seorang ibu. Ia harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, bahkan sesekali harus berjauhan dengan anaknya yang masih berusia tiga tahun demi menjalankan tanggung jawab melayani masyarakat.
Meski demikian, ia mengaku seluruh tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
"Kita harus percaya diri karena pada akhirnya diri kita sendiri yang akan membantu melewati setiap tantangan. Teruslah berkembang dengan menggali potensi yang dimiliki, dan yang terpenting bekerjalah dengan hati agar pekerjaan seberat apa pun tidak terasa sebagai beban," tuturnya.
Dedikasi Eka menjadi gambaran nyata komitmen BRI dalam menghadirkan layanan keuangan hingga ke wilayah terdepan dan kepulauan Indonesia. Melalui semangat para mantri yang bekerja langsung di lapangan, BRI terus memperluas inklusi keuangan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, tanpa terhalang jarak maupun tantangan alam.***