Melihat tingginya jumlah pekerja migran tersebut, BRI menilai pemberdayaan purna PMI menjadi langkah strategis untuk menciptakan lapangan usaha baru sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat setelah mereka kembali ke Indonesia.
"Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Cirebon merupakan salah satu wilayah prioritas dalam upaya pemberdayaan purna migran yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas serta ketahanan ekonomi, mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha produktif yang mereka kelola, serta membuka peluang penghidupan yang berkelanjutan di dalam negeri," jelas Dhanny.
Purna PMI Rasakan Manfaat Pelatihan BRI Peduli
Salah seorang peserta, Tanipa, purna PMI asal Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, mengaku memperoleh banyak manfaat dari pelatihan yang diselenggarakan BRI Peduli.
Sebelumnya, Tanipa pernah bekerja di Hong Kong, Bahrain, dan Singapura. Ia menilai materi yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan para purna pekerja migran yang ingin memulai atau mengembangkan usaha.
Selain mempelajari validasi model bisnis, peserta juga dibekali literasi keuangan, pengelolaan keuangan usaha, hingga strategi pengembangan bisnis agar usaha yang dijalankan mampu bertahan dan berkembang.
"Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan purna PMI dalam mengembangkan usaha. Saya berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan oleh BRI agar semakin banyak purna PMI yang merasakan manfaat positif dari program tersebut," ujar Tanipa.
Melalui Program Pemberdayaan Purna PMI, BRI Peduli menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha baru dari kalangan purna pekerja migran, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus memperkuat perekonomian daerah.***