Pedagang di Asemka mengeluhkan semakin tingginya persaingan dengan pedagang online yang bisa menjual barang secara langsung ke konsumen tanpa perlu mengeluarkan biaya operasional toko.
Sedangkan pedagang pasar Asemka masih harus memikirkan biaya sewa tempat, listrik, distribusi barang, sampai operasional harian.
Akibatnya margin keuntungan makin tipis. Beberapa pedagang di Pasar Asemka mengaku nilai penjualan mereka turun cukup drastis dibanding beberapa tahun lalu.
Dulu, terutama menjelang musim liburan atau tahun ajaran baru, Pasar Asemka dipadati pengunjung sejak pagi sampai sore.
Sekarang, hari-hari ramai seperti itu mulai jarang terlihat.
Fenomena di Pasar Asemka ini seolah menggambarkan perubahan besar dalam pola perdagangan di Indonesia.***
Artikel Terkait
Piala Dunia 2026: Brasil dan Maroko Lolos ke Babak 32 Besar
PT KAI Meluncurkan Rel Ekonomi Rakyat Mellaui KA Cikuray di Garut
Pelanggan Kereta Wisata Panoramic Naik 60-an Persen
Piala Dunia 2026: Afrika Selatan Temani Meksiko ke Babak 32 Besar
Gubernur Matius D. Fakhiri Berencana Menjadikan Gedung Sarinah di KotaJayapura Pusat Wisata Belanja