Muchsin meyakini, penyelenggaraan INACRAFT menjadi upaya dari para perajin dan pelaku UMKM kerajinan untuk terus bangkit dan terus berkembang. Tak hanya di dalam negeri, tetapi juga go ekspor secara global. Sebab diakuinya, industri kerajinan Tanah Air belum berkembang seperti yang diharapkan. Terutama craft murni yang masih butuh perjuangan, seperti kerajinan batu dan kayu.
“Kami berupaya sebagai ujung tombak dari sisi penjualan dan pemasaran. Kami harapkan bisa terus bangkit. Dan kami tidak bisa sendiri butuh dukungan dan kerja sama berbagai pihak. Kerajinan ini adalah budaya bangsa yang mesti dilestarikan. Untuk itu pada penyelenggaraan INACRAFT juga akan digelar seminar terkait budaya dan craft,” tegasnya.
Diungkapkan Muchsin, ia mengapresiasi support Pemerintah. Terbukti dengan partisipasi beberapa kementerian yang terkait. Termasuk BUMN yang ikut berpartisipasi dan BNI menjadi pendukung utama.
Baca Juga: Menpora Amali Harap Seluruh Komponen Masyarakat Dukung Perjuangan Timnas Indonesia
Diramaikan 5 Kementerian
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal BPP ASEPHI sekaligus PO INACRAFT Baby Jurmawati Djuri mengatakan, target transaksi INACRAFT 2023 pada penyelenggaraan Maret nanti diharapkan bisa mencapai 12 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 182,14 miliar.