WartaPesona.com- Kabar ramainya isu kebocoran data yang dilakukan oleh hacker Bjorka rupanya jadi sorotan Najwa Shihab.
Najwa Shibab angkat bicara terkait kebocoran data hal ini menunjukan betapa buruknya keamanan data di Indonesia.
Pembahasan mengenai isu kebocoran data Najwa Shihab berbincang-bincang dengan dengan Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez.
Yang lebih membuat terheran-heran bahkan data Badan Intelijen Negara (BIN) yang diduga turut terjadi kebocoran juga.
Baca Juga: Hacker Bjorka Hebohkan Publik, Apa Saja Aksinya ?
Dikutip dari Pikiran Rakyat dalam artikel yang berjudul'Turut Angkat Bicara Mengenai Isu Kebocoran Data, Najwa Shihab Jengkel: Tidak Ada Perlindungan dari Negara!'
“Itu menunjukkan how bad our internet security, our digital security, our data security (betapa buruknya keamanan internet kita, keamanan digital kita, keamanan data kita),” ujarnya seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com.
Menanggapi hal tersebut, Najwa Shihab menyayangkan respons dari pemerintah dan aparat berwenang yang responsnya dirasa kurang cepat dan cekatan.
Alih-alih menjaga data-data penting, pemerintah malah meminta masyarakat untuk dapat menjaga Nomor Induk Kependudukan (NIK) masing-masing, dimana hal tersebut merupakan sesuatu yang mustahil.
Baca Juga: BBM Pertamax Dan Pertalite Akan Segera Dihapus, Simak Penjelasannya
“Terutama kalau kita lihat bagaimana respons aparat negara atas kasus ini, bukannya sat set ngurusin, kan harusnya kalau kaya gini sat set ngurusin. eh malah di bilang suruh jaga NIK sendiri,” ungkapnya.
“Gimana caranya coba jaga NIK sendiri? Maksudku, ketika kita daftar SIM Card, itu kan kita kasih NIK-nya. Dan kemudian sekarang setelah bocor dibilangnya harus jaga NIK sendiri,” ujarnya melanjutkan.
Menurutnya, kebocoran data yang terjadi menurutnya merupakan persoalan yang sangat genting, namun negara terkesan tidak melakukan perlindungan sama sekali. Padahal banyak sekali konsekuensi dari kebocoran data yang harus dihadapi nantinya.
Ia pun merasa jengkel karena kurangnya respons dari pemerintah dalam menghadapi masalah ini, terkesan mengelak dan melempar tanggung jawab.
Baca Juga: Harga BBM Pertamina Naik, Masyarakat Pindah ke SPBU Swasta, Lebih Bersih!
Inti persoalannya adalah bagaimana data kita, itutuh gak ada perlindungan dari negara sama sekali. Dan ini nih urusan genting menurutku. Karena ada banyak banget konsekuensi dengan bocornya data privasi kita keluar. Dan selalu responsnya, pertama gak responsif jadi responsnya gak ada. Terus juga kesannya mengelak dan lempar tanggung Jawab. Menjengkelkan banget sih!” ungkap Najwa Shihab.
Dan ia pun berpendapat bahwa perlindungan data pribadi merupakan hak asasi milik individu yang seharusnya dilindungi oleh konstitusi.***
(Helina Agustin/Pikiran-rakyat.com) (AA)
Editor: Tim WartaPesona
Sumber: Pikiran Rakyat.com