WartaPesona.com - Irham Agusti Saepuloh, Siswa SDN Kota Baru II dan III kelas 6 yang ikut tewas dalam kecelakaan maut truk trailer Bekasi tepatnya di Jalan Sultan Agung, Kranji, Kota Bekasi.
Supri (41) bersama istrinya tidak percaya bahwa anak bungsunya turut terkena dan tak selamat dalam kejadian tersebut.
Orang tua dari Irham ini tertunduk lemas saat harus menyaksikan jenazah anak ke empatnya di RSUD Kota Bekasi menjadi korban kecelakaan truk trailer bersama 9 korban tewas lainnya.
Diberitakan selain 10 orang yang tewas dan 7 diantaranya adalah kawan-kawan Irham yang sama-sama bersekolah di SDN Kota Baru II dan III, dan ada juga 20 korban luka-luka lainnya yang sedang dalam penanganan rumah sakit.
Seperti yang diberitakan oleh PIKIRAN RAKYAT dalam artikel : Keluarga Korban Kecelakaan Bekasi Saksikan Detik-detik Anak Tercintanya Tewas Tertabrak Truk, Bikin Pilu bahwa Supri sangat terpukul atas musibah yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Anak saya kelas enam SD, dia anak bontot (bungsu) dari empat bersaudara,” ujarnya saat ditemui di depan ruang jenazah RSUD Kota Bekasi, Rabu petang.
Ia mengaku melihat langsung kejadian nahas tersebut, karena rumahnya berdekatan dengan SDN Kota Baru II dan III.
“Rumah saya dekat dengan lokasi kejadian, jadi pas kontainer nabrak, saya lihat jelas, anak saya ada di depan sekolah lagi jajan, soalnya lagi jam istirahat sekolah,” tuturnya.
Pada saat itu, kata dia, awalnya Supri bersama istri hendak berangkat ke Kantor BPJS, namun batal dan langsung menuju lokasi kejadian.
“Saya sama istri sudah di motor mau berangkat ke kantor BPJS tapi tidak jadi, soalnya ada kecelakaan, saya lihat anak saya diangkat sama tetangga saya,” ucapnya.
“Waktu diangkat tetangga saya, saya lihat kondisi kepala anak saya keluar darah,” ujarnya menambahkan, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.