Priyo menjelaskan, bersama pihak Jasa Raharja, pihaknya langsung mendatangi rumah keluarga korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Baca Juga: Sandiaga Uno di Acara PPI Dunia, Kemenparekraf Menarget Tahun ini Ada 1.1 Juta Lapangan Kerja Baru
Dari pihak Jasa Raharja menyerahkan santunan sedangkan dari pihak Polres Garut menyerahkan bantuan untuk ikut meringankan beban keluarga korban.
"Untuk siswa yang mengalami luka ringan, saat ini sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Sedangkan untuk korban luka berat saat ini masih menjalani penanganan medis," katanya.
Diungkapkan Priyo, hingga saat ini penyebab terjadinya kecelakaan masih belum bisa dipastikan. Pihaknya masih melakukan pendalaman termasuk memeriksa pengendara angkutan pedesaan yang menabrak siswa.
Dalam kesempatan tersebut Priyo juga menyesalkan beredarnya isu menyesatkan melalui medsos terkait kecelakaan yang terjadi. Dalam berita yang beredar di medsos ada yang menyebutkan jumlah korban jiwa mencapai enam orang, padahal yang terjadi sebenarnya tidak seperti itu.
"Perlu saya tegaskan jika korban semuanya memang ada enam orang akan tetapi yang meninggal satu orang bukan enam. Yang lima orang mengalami luka dan sebagian sudah pulang kembali ke rumahnya setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis," ucap Priyo.
Sementara itu informasi yang dihimpun menyebutkan saat terjadi kecelakaan, para siswa sedang jajan di sejumlah kios jajanan yang ada di depan sekolah/pinggir jalan. Tiba-tiba ada sebuah kendaraan angkutan desa yang menabrak kerumunan siswa.
Pelajar yang tewas dalam peristiwa tersebut yakni SN (10). Sedangkan siswa yang mengalami luka berat yakni NH (9) dan NA (9) dan luka ringan yakni NS (9), HS (10), NP (9) dan NR (11).*** (Aep Hendy
/Pikiran-Rakyat.com)(SA)