berita

Sandiaga Uno Membocorkan Pemerintah Sedang Mempertimbangkan Tawaran BBM dari Rusia, Memang Lebih Murah?

Senin, 22 Agustus 2022 | 19:03 WIB
Sandiaga Uno mengapresiasi Anak Pasangan Anang Hermansyah dan Ashanty, Arsy Hermansyah (Kemenparekraf RI)

WartaPesona.com - Dalam rangka penanganan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia, Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan bahwa Pemerintah akan merencanakan pembelian BBM dari Rusia.

Dikarenakan belum redanya Perang Rusia-Ukraina jadi berimbas adanya kenaikan BBM, begitupun dengan meningkatnya inflasi.

Hal itu disampaikan Sandiaga Uno di dalam akun instagram pribadi miliknya, seperti sedang membocorkan langkah pemerintah yang sedang mempertimbangkan menerima tawaran dari Rusia kepada Presiden Jokowi dari negeri Presiden Putin ini.

Baca Juga: Jalan-jalan yang Tidak Bisa Dilewati di Bandung Mulai 22 Agustus 2022, Dimana Saja?

Kenaikan BBM berpotensi menyebabkan peningkatan inflasi sehingga bisa mengakibatkan daya beli masyarakat rendah karena harga-harga meningkat mahal.

Dikutip dari Pikiran Rakyat dalam artikel yang berjudul 'Bocorkan Rencana Pembelian BBM dari Rusia, Sandiaga Uno: 30 Persen Lebih Murah dari Harga Pasar Internasional' bahwa ia mengungkapkan bahwa imbas dari perang tersebut, Rusia menjual cadangan minyaknya 30 persen lebih rendah dari harga pasaran di dunia.

“Rusia setiap harinya dengan harga minyak yang naik dan dia jual sekarang di bawah harga pasar, untungnya 6 miliar dolar per hari, cost of war sebanyak 5 miliar dolar. Jadi Rusia profit setiap hari 5 miliar dolar,” tutur Sandi.

“Indonesia harus pintar, tapi Rusia kan nawarin ke kita, harganya 30 persen lebih murah dari harga pasar internasional,” lanjutnya.

Baca Juga: 8 Orang Diamankan KPK atas Kasus Suap Rektor UNILA, Begini Kronologi Operasi Tangkap Tangan Diduga 5 Milyar

Namun, meskipun Jokowi telah menyetujui untuk menerima tawaran pihak Rusia, Sandi mengungkapkan bahwa hal tersebut masih dalam pertimbangan. Karena ada beberapa yang tidak setuju akan hal tersebut dengan mengkhawatirkan adanya embargo terhadap Indonesia.

“Ada yang gak setuju karena takut, wah nanti gimana diembargo sama Amerika (Serikat),” katanya.

“Ya biarin ajalah, kalau di embargo paling kita gak bisa makan McDonald’s kan,” candanya seraya melanjutkan.

Sandi menyatakan bahwa hal tersebut merupakan tantangan untuk negara kita, karena bagaimana pun pihak barat mengontrol teknologi pembayaran dunia.

Baca Juga: Setelah Viral Data Indihome Bocor, Kali ini Ada Info, Data BIN dan Kepolisian Bocor Juga

Diketahui bahwa setiap pengiriman atau pembayaran dalam mata uang dolar AS harus melalui New York, Amerika Serikat, maka dikhawatirkan dengan pembelian minyak Rusia tersebut, SWIFT atau kontrol pembayaran negara kita dalam kurensi tersebut akan dimatikan oleh pihak Barat.

Namun, Rusia memberikan jalan keluar dengan tidak perlu melakukan pembayaran dengan mata uang dolar, melainkan dengan Rubel yang merupakan mata uang Rusia. Hal tersebut saat ini masih dalam pertimbangan di sektor keuangan.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB