WartaPesona.com - Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, memiliki keyakinan yang positif terhadap peran dua komite yudisial PSSI, yaitu Komite Etik dan Komite Banding, dalam mengatasi berbagai masalah yang timbul dalam sepakbola nasional.
Menurut Erick, anggota yang tergabung dalam kedua komite tersebut memiliki catatan prestasi dan reputasi yang terbukti, sehingga mereka dapat bertindak dengan tegas, jujur, dan berpegang pada fakta yang akurat dalam proses pengambilan keputusan.
Erick Thohir menyatakan, "Saya telah berulang kali menegaskan niat untuk menciptakan PSSI yang bersih dan berwibawa dalam mengambil keputusan.
Hal ini bertujuan agar perkembangan sepakbola yang kita semua cintai dapat bergerak menuju arah yang lebih baik.
Baca Juga: Dalam Doa Habib Syech, Pasuruan Bersholawat untuk Erick Thohir
Terlebih lagi, sepakbola memiliki dampak yang luas di berbagai sektor, melibatkan pemain dan anggota klub, sehingga penegakan peraturan, hukum, dan sanksi harus dilakukan dengan sungguh-sungguh."
Dengan prinsip ini sebagai landasan, Erick menyoroti pentingnya Komite Etik yang baru terbentuk pada tanggal 14 Agustus.
Dia berharap komite ini akan menerapkan prinsip ketegasan dalam memberlakukan sanksi terhadap setiap pelanggaran dalam dunia sepakbola nasional, dan terus mengamalkan statuta, kode etik, dan disiplin PSSI.
Erick juga mengakui pentingnya peran Komite Banding yang memiliki tanggung jawab untuk mendengar banding terhadap keputusan yang belum final dari Komite Disiplin dan Komite Etik.
Ia berharap agar Komite Banding PSSI dapat bertindak dengan objektivitas dan keterbukaan, serta melakukan analisis yang lebih mendalam dan akurat terhadap fakta-fakta untuk mempertimbangkan ulang kasus-kasus dalam sepakbola nasional.
Erick menjelaskan, "Komite Banding dapat menjadi tempat harapan bagi klub atau pemain. Oleh karena itu, pentingnya akurasi dalam pemahaman fakta menjadi kunci dalam pekerjaan komite ini.
Baca Juga: Erick Thohir Mendorong Penyelesaian Klaim Asuransi Jiwasraya bagi Pemegang Polis
Meskipun hasilnya tidak selalu dapat memuaskan semua pihak, integritas harus dijaga agar komite ini dapat menjadi pendengar yang baik terhadap banding-banding dari klub atau pemain, sehingga semua pihak dapat menerimanya."
Komite Etik PSSI untuk periode 2023-2027 dipimpin oleh Suhardi Alius dengan Abhan sebagai wakil ketua.
Komite ini memiliki tiga anggota, yaitu Bono Daru Adji, Chandra Warsenanto Sukotjo, dan Ibnu Munzir.
Suhardi Alius adalah Purnawirawan Komisaris Jenderal Polisi, sementara Abhan adalah seorang pengacara yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Badan Pengawasan Pemilu RI. Bono Daru Adji adalah seorang praktisi hukum lulusan Fakultas Hukum Universitas Trisakti, dan Chandra Warsenanto Sukotjo adalah Purnawirawan TNI-AD dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal TNI dan pernah menjabat sebagai Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat ke-32.
Suhardi Alius menekankan perlunya perubahan dan perbaikan dalam sepakbola Indonesia, terutama dalam pengambilan keputusan yang tegas terkait berbagai kontroversi yang muncul.
Komite Etik di bawah kepemimpinannya akan menjunjung tinggi transparansi dalam menyampaikan hasil keputusan, termasuk besaran denda atau sanksi, dan akan berkomitmen untuk menjelaskannya secara terbuka kepada media.
Sementara itu, Komite Banding untuk periode 2023-2027 dipimpin oleh Ali Mukartono dengan Umar Husin sebagai wakil.
Komite ini terdiri dari tiga anggota lainnya, yaitu Daniel Wewengkang, Mohammad Syah Indra Aman, dan Sadik Algadri.
Baca Juga: Erick Thohir Mendominasi Dukungan Generasi Z dan Milenial untuk Cawapres
Ali Mukartono, yang sehari-hari menjabat sebagai Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan, menyadari tantangan yang dihadapi dalam mempertimbangkan kasus-kasus yang kompleks dalam kompetisi sepakbola nasional.
Komite Banding ini diharapkan dapat memberikan pertimbangan yang lebih objektif dan terbuka atas keputusan-keputusan yang belum final, dengan tujuan agar aspirasi klub dan pemain dapat diperhatikan dengan baik.
Dalam keseluruhan konteks ini, langkah-langkah yang diambil oleh PSSI di bawah pimpinan Erick Thohir menunjukkan komitmen untuk membawa perubahan positif dalam sepakbola Indonesia melalui penegakan integritas, transparansi, dan pertimbangan yang akurat dalam pengambilan keputusan terkait berbagai permasalahan yang muncul. ***