WartaPesona.com - Kontingen Indonesia peserta Jambore Pramuka Sedunia ke-25 di Korea Selatan, masih bertahan di tengah cuaca panas ekstrem yang melanda negara tersebut, Minggu (6/8/2023).
Hingga Minggu ini dilaporkan Kontingen Gerakan Pramuka Indonesia masih mampu bertahan mengikuti agenda acara Jambore Pramuka Sedunia ke-25 di Korea Selatan, meski cuaca panas ekstrem masih melanda.
Agenda Jambore Pramuka ke-25 di Korea Selatan di tengah cuaca panas ekstrem, Minggu (6/8), ini adalah Culture Day.
Baca Juga: Platform SATUSEHAT diakui internasional, diklaim aman digunakan oleh 100 negara
Kontingen Gerakan Pramuka Indonesia tampak kuat dan bersemangat menampilkan berbagai pakaian adat pada agenda Culture Day tersebut.
Dalam siaran persnya, Kwarnas Gerakan Pramuka menyatakan 1.569 peserta jambore dari Indonesia di Korea Selatan saat ini dalam kondisi baik.
Beberapa peserta yang sebelumnya sempat sakit dan dirawat telah kembali pulih, dan bisa mengikuti berbagai rangkaian acara Jambore Pramuka Sedunia ke-25 di SaemanGeum, Korea Selatan, tersebut.
Namun demikian, Kedutaan Besar RI di Korea Selatan bekerja sama dengan Provinsi Jeollabuk telah menyiapkan rencana darurat guna mengantisipasi dampak cuaca panas ekstrem tersebut.
Baca Juga: Cara daftar Guru ASN PPPK, persyaratan dan kriteria pelamar
Dua unit sekolah di kota setempat telah disiapkan sebagai lokasi evakuasi, jika kondisi darurat terjadi.
Sementara itu, Kepolisian Korea Selatan juga siap mendukung proses evakuasi jika memang terjadi kondisi darurat yang tidak diinginkan tersebut.
Selain itu, Ketua Kontingen Gerakan Pramuka Indonesia Mayjen Mar (Purn) Yuniar Ludfi bersama Wakil Ketua Ahmad Rusdi, serta empat dokter kontingen terus berkeliling memeriksa kondisi kesehatan para kontingen.
Baca Juga: Perhatikan, ada fitur baru pada situs SSCASN 2023, pelamar diminta pertimbangkan saat buat pilihan
Sementara itu dilansir dari laman pramukadiy, dilaporkan pula panitia setempat telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak cuaca panas ekstrem tersebut.