WartaPesona.com - Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) dan Muda Bicara ID, mengungkap data belanja iklan politik di platform facebook dan instagram untuk tiga Bakal Capres 2024 mencapai puluhan miliar rupiah.
Menurut KISP, belanja iklan politik di ruang digital seperti facebook dan instagram untuk Bakal Capres 2024 Prabowo Subianto diketahui paling besar.
KISP mengulik data laporan galeri iklan politik Meta facebook dan instagram periode 4 Agustus 2020 hingga 16 Juli 2023, untuk ketiga Bakal Capres 2024 yaitu Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.
Baca Juga: Plus minus media sosial, risiko dan keuntungannya bagi kehidupan masyarakat era kini
Hasilnya, diketahui Prabowo Subianto menjadi Bakal Capres 2024 dengan belanja iklan terbesar, mencapai Rp4 miliar. Disusul oleh Ganjar Pranowo sebesar Rp2 miliar.
Namun, cukup jomplang dibandingkan Anies Baswedan yang selama hampir tiga tahun terakhir hanya menghabiskan Rp160 juta untuk belanja iklan politik di media sosial.
Koordinator Umum KISP Moch Edward Trias Pahlevi, dalam siaran persnya menyatakan penerbit iklan-iklan politik itu sebagian berasal dari akun resmi Bacapres dan Partai Politik. Dan, sebagian lagi dari akun pendukung atau relawan.
"Iklan politik untuk Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan, sebagian besar diiklankan oleh akun atau halaman relawan pendukung," katanya dalam rilis, Rabu (19/7/2023).
Baca Juga: Eceng gondok bisa dibuat silase, sumber pakan alternatif hewan ternak sapi yang kaya nutrisi
Trias mengatakan, dari data yang diperolehnya tidak ditemukan iklan politik digital yang diterbitkan oleh akun resmi Bacapres yang bersangkutan.
Diapun mengatakan, bahwa penggunaan akun relawan bisa jadi merupakan cara untuk menghindari pembatasan atau regulasi yang ketat dalam pemasangan iklan politik.
Hal tersebut mengingat saat ini belum memasuki masa kampanye, bahkan pendaftaran Capres 2024 masih beberapa bulan lagi.
"Selain itu, Pemerintah Indonesia juga telah menjalin kerja sama dalam hal pengaturan iklan politik di Platform Meta seperti facebook dan instagram," kata Trias.
Sementara itu, KISP juga menggali data iklan politik di ruang digital untuk partai politik peserta Pemilu 2024 sejak tiga tahun ke belakang.