WartaPesona.com – Menparekraf RI Sandiaga Uno, mengatakan pihaknya tengah melakukan berbagai langkah strategis guna memulihkan citra positif Indonesia setelah gagal menjadi tuan rumah berbagai event internasional.
Menurut Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, batalnya event-event internasional memberikan potensi kerugian materiil yang berpengaruh pada citra Indonesia di mata dunia.
Menparekraf Sandiaga Uno menyebut, sejumlah kerugian akibat batalnya Indonesia menjadi tuan rumah event-event internasional itu antara lain kerugian dari segi total penonton di seluruh dunia melalui broadcasting.
Baca Juga: Manfaat kayu secang bisa menjaga kesehatan jantung dan mengontrol tekanan darah tinggi
Kemudian, kerugian peluang tenaga kerja, exposure internasional sebagai tuan rumah event bertaraf internasional, khususnya di negara yang memiliki hak siar masing-masing event.
Seperti diketahui, Indonesia gagal menjadi tuan rumah sejumlah event internasional seperti kejuaraan sepak bola dunia U20, World Superbike, dan yang terbaru adalah World Beach Games 2023 yang sedianya akan dilangsungkan di Bali.
Dilansir dari laman Kemenparekraf RI, Sandiaga Uno pun mengaku prihatin dengan beberapa pembatalan event tersebut, meski jumlahnya sangat sedikit dibandingkan 3000 event yang sudah berlangsung di Indonesia sepanjang tahun 2023.
Baca Juga: Peran Teknologi dalam Memerangi Perubahan Iklim Global
Terkait batalnya Indonesia sebagai tuan rumah ANOC World Beach Games 2023, Sandiaga Uno menjelaskan adanya potensi kerugian 6.900 wisatawan mancanegara yang merupakan atlet, official crew dari 69 negara peserta, dan hilangnya potensi devisa senilai 13,15 juta dolar AS atau Rp198,17 miliar.
Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan hal itu dalam acara The Weekly Brief With Sandi Uno secara hybrid bersama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun di Jakarta, Selasa (11/7/2023).
Guna memulihkan citra positif Indonesia di mata dunia, Sandiaga Uno mengaku telah menyiapkan berbagai langkah-langkah strategis.
Berbagai langkah tersebut antara lain menjaga transparansi komunikasi yang efektif, meningkatkan kualitas infrastruktur, dan fasilitas event di Indonesia.
Lalu, penyederhanaan proses bisnis perizinan bagi penyelenggara event, dan memastikan keamanan dan stabilitas di Indonesia.