WartaPesona.com - Kementerian Sosial RI tengah merintis sebuah alat bantu keamanan bagi penyandang disabilitas rungu dan wicara berupa gelang.
Alat bantu keamanan berupa gelang bagi penyandang disabilitas rungu dan wicara itu dinamakan GRUWI.
GRUWI adalah kependekan dari Gelang Untuk Penyandang Disabilitas Rungu dan Wicara. Alat ini bisa mengeluarkan suara dan getaran yang dipicu oleh sensor gerak.
Gelang tersebut nantinya dikenakan di pergelangan tangan penyandang disabilitas rungu atau wicara, yang akan menjadi alat bantu keamanan bagi dirinya.
Baca Juga: Taman Balekambang, destinasi indah yang menenangkan di Kota Solo
Pada gelang tersebut ada sebuah tombol yang berfungsi memantik keluarnya suara sebagai isyarat meminta pertolongan kepada orang di sekitarnya.
Pengguna gelang bisa memencet tombol itu ketika merasa ada sesuatu yang bisa membahayakan dirinya.
Selain itu, gelang tersebut juga dilengkapi sensor gerak yang bisa menimbulkan getaran sebagai isyarat bahaya bagi penggunanya.
Sensor gerak tersebut bisa mendeteksi adanya kendaraan yang melintas, dan mengirimkan getaran. Dengan cara ini, pengguna gelang yang tidak bisa mendengar dan melihat bisa menghindar.
Baca Juga: Inilah Abang None Jakarta Utara 2023, Wali Kota harap Abang Bariq dan None Neysa mampu promosikan pariwisata
Menteri Sosial Tri Rismaharini, mengatakan alat bantu gelang ini bukan inovasi yang pertama kali dibuat.
Sebelumnya, kementerian yang dipimpinnya juga telah membuat tongkat adaptif yang diciptakan untuk membantu aksesibilitas para penyandang disabilitas netra.
"Jadi, gelang ini produksi Kemensos. Idenya dari saya, dan diterjemahkan oleh teman-teman,” kata Mensos Risma, dikutip dari laman kemensos, Sabtu (8/7/2023).
Menteri Risma menjelaskan, gagasan membuat gelang GRUWI tersebut muncul dari kegelisahannya terhadap situasi rentan yang mungkin dihadapi oleh penyandang disabilitas rungu dan wicara.
Baca Juga: Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional MQKN 2023 digelar 11 Juli, sesuai zaman akan berlangsung serba digital
Ancaman keamanan atau keselamatan yang mereka hadapi bisa berupa tindak kejahatan, atau bahaya lainnya.
Mensos mengatakan, inovasi tersebut muncul dari kegelisahannya terkait kasus rudapaksa yang banyak menimpa anak-anak disabilitas rungu dan wicara.
Selain kasus rudapaksa, bahaya kecelakaan di jalan, seperti tertabrak atau tersambar kereta api, juga menjadi pertimbangan.
“Alasan itu yang kemudian mendorong saya meminta staf untuk menciptakan alat bagi saudara-saudara kita tunawicara, maupun tunarungu,” kata Mensos.
Saat ini, alat bantu gelang GRUWI sedang proses mendapatkan hak cipta sebelum nantinya diproduksi massal. ***(KKT)