Garuda Indonesia dan Saudia Airlines hanya akan mengangkut barang bawaan jemaah haji berupa tas paspor, koper kabin, dan koper bagasi sesuai standar yang diberikan dan berlogo maskapai.
Baca Juga: Mengapa obesitas bisa terjadi, penyebab dan cara pencegahannya
Sementara itu, bersamaan dengan berakhirnya fase puncak haji 2023 d Arafah, Muzdalifah, dan Mina, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menggelar pertemuan dengan para menteri dan delegasi negara-negara pengirim jemaah haji.
Pertemuan berlangsung pada Jumat (30/6/2023) malam di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Makkah, Saudi Arabia.
Menag Yaqut Cholil Qoumas hadir dalam pertemuan ini, memenuhi undangan dari Menteri Haji dan Umrah Saudi Taufiq F Al Rabiah.
Ikut mendampingi, Direktur Penyelenggaran Haji dan Umrah Hilman Latief, Sekjen Kemenag Nizar, Irjen Kemenag Faesal AH, Staf Khusus Menag Ishfah Abidal Aziz, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, dan Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam.
Baca Juga: Aneka menu masakan berbahan babat, selain lezat juga menyehatkan
Usai pertemuan tersebut, Menag Yaqut menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah menginformasikan besaran kuota haji Indonesia untuk tahun 2024.
Menurut Menag Yaqut, kuota haji Indonesia tahun 2024 berjumlah 221.000 jemaah.
Informasi kuota haji Indonesia 2024 tersebut disampaikan melalui surat yang diserahkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Surat pemberitahuan kuota haji tahun depan itu diberikan usai Haflat al-Haj al-Khitamy 1444 H, pada 30 Juni 2023.
Baca Juga: Lontong Sayur, menu masakan tradisional dengan sayuran segar yang kaya gizi
Menag mengatakan, bersamaan itu pula Pemerintah Arab Saudi mengumumkan tahapan penyelenggaraan haji 1445 H/2024 M. Hal itu meliputi beberapa tahapan seperti berikut ini.
1. 30 Juni 2023: Penyerahan dokumen pekerjaan dan pengumuman kuota haji 1445 H
2. 16 September 2023: Rapat persiapan, pembukaan e-hajj untuk input data, pengumuman daftar perusahaan yang mendapat izin, pembukaan kontrak penerbangan, aktivasi rekening di e-hajj
3. 4 November 2023: Penyelesaian rapat-rapat persiapan dan paket pelayanan
4. 8 Januari 2024: Simposium dan pameran pelayanan haji dan umrah
5. 24 Februari 2024: penyelesaian semua kontrak akomodasi dan layanan Masyair
6. 1 Maret 2024: Awal proses penerbitan visa
7. 29 April 2024: Penutupan e Hajj dan penerbitan visa
8. 9 Mei 2024: Awal kedatangan jemaah haji. ***(KKT)