WartaPesona.com - Banyak orang penasaran tentang apa sebenarnya hari tasyrik.
Seperti yang diketahui, dalam agama Islam terdapat istilah hari tasyrik yang berarti tiga hari setelah nahar atau Hari Raya Idul Adha.
Beberapa ulama berbeda pendapat mengenai jumlah hari dalam tasyrik.
Ada yang berpendapat, tasyrik terdiri dari dua hari, sementara yang lain berpendapat terdiri dari tiga hari, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah.
Baca Juga: Mengapa binsis perlu menerapkan ekonomi berkelanjutan, manfaat dan untung-rugi
Dalam buku "Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat" karya M. Ghofur Khalil, dikutip hadis riwayat Thabrani yang menyatakan hari tasyrik adalah hari untuk makan dan minum.
Namun, apa yang biasanya dilakukan oleh umat Muslim pada hari tasyrik?
Salah satu amalan yang bisa dilakukan pada hari tasyrik adalah menyembelih hewan kurban.
Bagi umat Muslim yang mampu, menyembelih hewan kurban menjadi amalan utama yang bisa dilakukan pada hari tersebut.
Hal ini juga memberikan kesenangan kepada orang-orang di sekitar, karena berbagi kepada yang kurang mampu adalah sebuah tindakan mulia.
Baca Juga: Erick Thohir Menegaskan Dukungannya kepada Jokowi dalam Konteks Cawapres 2024
Selain itu, umat Muslim juga bisa menikmati hidangan makanan dari hasil sembelihan dan menyajikannya kepada orang-orang di sekitar.
Ini adalah amalan yang baik bagi umat Islam dalam membagikan rezeki dan meningkatkan kebersamaan.
Islam tidak menentukan amalan tertentu yang harus dilakukan pada hari tasyrik.