WartaPesona.com - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) siap menghadirkan model UMKM masa depan.
Model ini akan dipresentasikan dalam perayaan Hari UMKM Nasional Tahun 2023 yang akan diselenggarakan pada tanggal 12 Agustus di Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Surakarta dipilih sebagai tuan rumah acara tersebut karena UMKM di kota tersebut memiliki keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan pemerintah.
MenKopUKM, Teten Masduki, mengungkapkan bahwa perayaan Hari UMKM Nasional merupakan momen penting karena UMKM memberikan kontribusi besar terhadap negara.
Baca Juga: Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno perkenalkan dua kuliner khas Indonesia ke pemuda Australia
Pada tahun 2022, UMKM menyumbang sebesar 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan menciptakan lapangan kerja bagi 97 persen tenaga kerja.
Meskipun UMKM menghadapi tantangan selama pandemi, mereka tetap bisa bertahan dan beradaptasi dengan kondisi yang ada.
Oleh karena itu, KemenKopUKM bertekad untuk mewujudkan UMKM yang lebih dekat dengan teknologi dan digitalisasi serta memanfaatkan kreativitas untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Beberapa langkah yang akan dilakukan untuk mempersiapkan UMKM masa depan yang inovatif dan berbasis teknologi termasuk mendorong UMKM untuk mengadopsi model onboarding digital dan memanfaatkan e-commerce sebagai media pemasaran.
Hingga Desember 2022, sekitar 3,1 juta UMKM telah melaksanakan onboarding digital melalui kolaborasi antara KemenKopUKM dan 26 Kementerian/Lembaga terkait.
Selain itu, akan dilakukan inovasi dalam perluasan akses permodalan melalui skema KUR Klaster berbasis rantai pasokan, di mana UMKM akan diberikan pembiayaan KUR dengan plafon hingga Rp 500 juta per orang.
Baca Juga: Dubes Al-Shun Menggambarkan Erick Thohir sebagai Teman Sejati Palestina saat Kedatangan Al Fida'i
Kolaborasi antara UMKM dengan usaha besar/BUMN juga akan diperluas untuk mendorong industrialisasi berbasis bahan baku lokal dan memperkuat peran UMKM dalam rantai nilai global.
Hingga triwulan pertama tahun 2023, telah tercapai kemitraan sebesar 5.022 UMKM dengan nilai kerja sama sebesar Rp4,9 triliun.