Selain itu, budi daya kelinci juga memerlukan sedikit lahan dan sumber daya alam.
Kelinci dapat dipelihara dalam ruang yang terbatas, sehingga penggunaan lahan lebih efisien dibandingkan dengan budi daya hewan lainnya.
Hal itu sangat penting, mengingat keterbatasan lahan pertanian yang semakin meningkat.
Dengan memilih daging kelinci, kita turut berkontribusi pada upaya mengurangi penggunaan lahan dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Daging kelinci juga dinilai ramah lingkungan karena jejak karbonnya yang rendah.
Produksi daging kelinci menghasilkan emisi gas rumah kaca lebih rendah dari daging merah, seperti daging sapi atau daging babi.
Hal tersebut berdampak positif pada upaya global dalam mengurangi dampak perubahan iklim. ***(FA)
Penulis: Fisqiyyah Awawin