berita

Penentuan Hilal di Arab Saudi: Prosedur dan Kontroversi

Jumat, 21 April 2023 | 19:24 WIB
Penentuan Hilal di Arab Saudi | WartaPesona.com (Foto: Canva.com)

WartaPesona.comArab Saudi, sebagai tempat kelahiran agama Islam, memiliki peran penting dalam menentukan waktu pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.

Penentuan waktu tersebut didasarkan pada pengamatan hilal atau bulan sabit pada akhir bulan Ramadhan.

Baca Juga: New Murabba Arab Saudi: Kota Masa Depan atau Khayalan? Bakal Jadi Pusat Pariwisata Baru yang Futuristik

Meskipun Arab Saudi menggunakan metode rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Syawal, namun penentuan tersebut masih sering menimbulkan kontroversi.

Berikut adalah beberapa prosedur dan kontroversi dalam penentuan hilal di Arab Saudi:

Prosedur Penentuan Hilal di Arab Saudi

  1. Komite Pengamatan Hilal

Arab Saudi memiliki Komite Pengamatan Hilal yang terdiri dari ulama, ahli falak, dan perwakilan dari Departemen Urusan Islam.

Komite tersebut bertugas untuk mengamati hilal pada akhir bulan Ramadhan.

Baca Juga: Mudah dan Efektif! Tips Menjaga Berat Badan Selama Lebaran

  1. Pengamatan Hilal

Pengamatan hilal dilakukan pada malam tanggal 29 Ramadhan.

Jika hilal terlihat dengan mata telanjang, makna hari berikutnya adalah awal bulan Syawal dan Lebaran 1 Syawal jatuh pada hari itu.

  1. Pemberitahuan

Setelah pengamatan hilal dilakukan, Komite Pengamatan Hilal akan memberitahukan hasilnya kepada Raja Salman dan Menteri Agama Arab Saudi.

Kemudian, hasil tersebut akan disiarkan ke seluruh wilayah Arab Saudi dan negara-negara Islam lainnya.

Baca Juga: Persiapan Mudik Lebaran 2023: Cek Kebutuhan Pribadi dan Keluarga, Jangan Sampai Ketinggalan!

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB