WartaPesona.com - Arab Saudi, sebagai tempat kelahiran agama Islam, memiliki peran penting dalam menentukan waktu pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.
Penentuan waktu tersebut didasarkan pada pengamatan hilal atau bulan sabit pada akhir bulan Ramadhan.
Meskipun Arab Saudi menggunakan metode rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Syawal, namun penentuan tersebut masih sering menimbulkan kontroversi.
Berikut adalah beberapa prosedur dan kontroversi dalam penentuan hilal di Arab Saudi:
Prosedur Penentuan Hilal di Arab Saudi
- Komite Pengamatan Hilal
Arab Saudi memiliki Komite Pengamatan Hilal yang terdiri dari ulama, ahli falak, dan perwakilan dari Departemen Urusan Islam.
Komite tersebut bertugas untuk mengamati hilal pada akhir bulan Ramadhan.
Baca Juga: Mudah dan Efektif! Tips Menjaga Berat Badan Selama Lebaran
- Pengamatan Hilal
Pengamatan hilal dilakukan pada malam tanggal 29 Ramadhan.
Jika hilal terlihat dengan mata telanjang, makna hari berikutnya adalah awal bulan Syawal dan Lebaran 1 Syawal jatuh pada hari itu.
- Pemberitahuan
Setelah pengamatan hilal dilakukan, Komite Pengamatan Hilal akan memberitahukan hasilnya kepada Raja Salman dan Menteri Agama Arab Saudi.
Kemudian, hasil tersebut akan disiarkan ke seluruh wilayah Arab Saudi dan negara-negara Islam lainnya.
Baca Juga: Persiapan Mudik Lebaran 2023: Cek Kebutuhan Pribadi dan Keluarga, Jangan Sampai Ketinggalan!