berita

Profil Walikota Bandung Yang dipanggil KPK Karena Terjerat Suap OTT: Belum Genap Setahun Menjabat!

Minggu, 16 April 2023 | 14:02 WIB
Walikota Bandung yang kali ini menjabat dan belum genap setahun, ia sudah terkena kasus suap OTK dan dipanggil KPK. Bersama dengan beberapa orang yang juga dalam pemerintahan kota Bandung. KPK sedang menyelidiki lebih lanjut. (JPNN.com)

WartaPesona.com - Yana Mulyana, Walikota Bandung yang belum genap menjabat setahun sudah terjerat kasus OTT, Jumat (14/04/23) ia dipanggil oleh KPK.


KPK menduga bahwa ia telah menerima suap sebagai ganti pembelian CCTV dan penyedia jaringan internet, di antara produk dan layanan lainnya.


Dengan adanya barang bukti berupa uang rupiah, dia diamankan bersama sembilan orang lainnya, termasuk perwakilan dari Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Baca Juga: Wisata Religi : Menelusuri Keindahan Masjid Istiqlal dan Masjid Cut Meutia di Jakarta Pusat


Dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Ali Fikri, Juru Bicara KPK untuk Pemberantasan Korupsi Kelembagaan, menyatakan bahwa "banyak orang yang ditangkap, termasuk Wali Kota Bandung."


Dia menyatakan, hal itu "seharusnya terkait dengan suap dalam pengadaan CCTV dan layanan penyedia jaringan internet."


KPK kini mendapatkan informasi dari sejumlah pihak yang diamankan sehingga bisa diketahui statusnya dalam waktu satu hari. Selanjutnya, setelah lewat sehari sejak penangkapan, pastikan sikapnya, kata Ali.

Baca Juga: Waktu Berbuka Puasa dan Waktu Shalat Magrib hari ini Sabtu, 15 April 2023 untuk Wilayah DKI Jakarta


Walikota Bandung saat ini, Yana Mulyana, adalah seorang pengusaha dan politisi Indonesia yang masa jabatannya berlangsung hingga tahun 2023.


Pada 18 April 2022, ia dilantik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Yana sebelumnya menjabat sebagai wakil walikota Bandung, bepergian bersama walikota, Oded M. Danial. Oded meninggal pada 10 Desember 2021.


Sementara itu, Pilkada 2018 terpilihnya Oded dan Yana masing-masing sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung. Keduanya mendapat dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra.

Baca Juga: Dua Kasus Covid-19 Subvarian Arcturus Terdeteksi di Jakarta

Yana mampu mengalahkan pasangan Yossi Irianto/Aries Supriatna/Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat dengan perolehan suara 634.682 (50,10).


Setelah menjabat, Yana mengeluarkan kebijakan kontroversial, menganjurkan pelarangan individu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) melalui peraturan daerah (Perda).


Sebelum terjun ke dunia politik, Yana juga merupakan pendiri stasiun radio Rase FM. Setelah sukses dengan Rase FM, Yana memulai bisnisnya sendiri dan menjabat sebagai ketua umum PSSI Kota Bandung dan REI (Real Estate Indonesia) Jawa Barat.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB