WartaPesona.com - Telah terjadi kecelakaan terjun payung TNI AU saat latihan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Peristiwa itu mengakibatkan seorang prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) bernama Sertu Agung gugur setelah dirawat di Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr Esnawan, Jakarta.
Jenazah korban parasut TNI Sertu Agung kemudian dilepas menggunakan upacara militer. Upacara dipimpin oleh Dankopasgat Marsda TNI Wahyu Hidayat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Baca Juga: Hikmah Ramadhan: 7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah swt pada Hari Kiamat
Jenazah tersebut kemudian diterbangkan ke Lanud Husein Sastranegara dengan pesawat CN-235 TNI AU. Sertu Agung Dwano Karisma dimakamkan di Soreang, Kabupaten Bandung.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo mengatakan, kecelakaan itu akibat benturan di udara yang tak terhindarkan.
Baca Juga: Tips Bisnis : Belajar Sukses dari Ciputra: 7 Kunci Sukses Ala Ciputra
"Itu tadi semua free fall atau bungee jump mungkin, begitulah mungkin tidak bisa dielakkan. Jadi tabrakan di udara sehingga terjadi korban," jelas Fadjar kepada wartawan, Kamis (6/4/2023) sebagaimna dikutip dari pmjnews.com.
Menurut Fadjar, TNI AU telah membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan latihan terjun payung tersebut.
"Tim investigasi kini telah dibentuk untuk mengetahui penyebab kecelakaan itu," katanya.
Baca Juga: Yuk Kenali Apa Itu Jumat Agung: Hari Penting Bagi Umat Kristiani!
Dalam kesempatan yang sama, Fadjar menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Sertu Agung. Ia menjelaskan, TNI AU telah kehilangan salah satu prajurit terbaiknya.
"Kemarin kami berduka karena salah satu prajurit terbaik kami meninggal saat bertugas dalam penerjunan dalam rangka (persiapan) HUT," katanya. *** (AC).
Penulis : Achmad Chusanudin