Sejumlah armada tersebut ditempatkan untuk mendukung pengiriman bantuan melalui jalur udara ke beberapa wilayah terdampak.
Berikut rincian armada dan tujuan pengiriman:
C-130J Super Hercules menuju Labuan Bajo dengan muatan 13.500 kilogram.
C-130J Super Hercules lainnya menuju Maumere dengan muatan 13.563 kilogram.
Airbus A400M menuju Labuan Bajo dengan muatan 20.779 kilogram.
Boeing 737 menuju Maumere dengan membawa 20.000 kilogram bantuan.
Dua pesawat lainnya juga disiagakan untuk mendukung kebutuhan distribusi bantuan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Baca Juga: Aksi Gundul Eddi Brokoli Demi Korban Bencana Sumatera, Seruan Jaga Hutan Indonesia Ikut Menggema
Operasi Udara Berlanjut hingga Kondisi NTT Pulih
Pengerahan armada udara menjadi bagian dari upaya mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang membutuhkan.
Dengan menggunakan pesawat angkut, pemerintah dapat mempercepat mobilisasi logistik, terutama ketika akses darat menuju lokasi terdampak mengalami kendala.
Nyoman menegaskan operasi udara akan terus dilakukan hingga kondisi di NTT berangsur pulih dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat tertangani.
Di sisi lain, pembangunan RS lapangan di Kabupaten Manggarai diharapkan dapat memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan meskipun fasilitas rumah sakit mengalami kerusakan.
Penanganan pascagempa pun dilakukan secara paralel, mulai dari pemulihan layanan kesehatan, pengiriman logistik hingga penguatan fasilitas darurat untuk masyarakat terdampak. ***