WartaPesona.com - Tiga pos perbatasan dan satu anjungan minyak lepas pantai Kuwait diserang di tengah konflik Iran melawan Amerika yang kembali pecah.
Kementerian Pertahanan Kuwait menuding serangan itu adalah pengecut, namun ia tidak menyebut negara yang menyerang.
Seorang pekerja di anjung minyak cedera dalam serangan itu.
Baca Juga: Jakarta Selatan Membuka Pelatihan Barista dan Bahasa Jepang
Anjungan minyak lepas pantai itu adalah milik perusahaan Kuwait.
Amerika Serikat mengumumkan gelombang serangan baru terhadap Iran.
Menurut kantor berita AFP, Senin 13 Juli 2026, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan di X bahwa serangan terbaru dimulai pada pukul 21.00 GMT, Minggu.
Presiden Donald Trump mengatakan, Amerika memukul Iran sebagai tanggapan terhadap serangan terbaru mereka ke kapal-kapal di Selat Hormuz.
Baca Juga: Jakarta Fair 2026 Mencatat Transaksi Rp8,2 triliun
"Kami memukul mereka dengan sangat keras tadi malam," kata Trump kepada CNN melalui telepon dalam sebuah wawancara mengenai berpulangnya Senator AS Lindsey Graham.***