"Dengan laporan ini, setidaknya akan panjang dan kalau sampai ke pengadilan akan ramai karena nama Bank BJB akan terus muncul dan kesannya tidak baik,” ujar Tatang.
Klarifikasi Dedi Mulyadi
Sehari setelah tayangan Dodi Permana tersebut, Kang Dedi Mulyadi alias KDM memberi klarifikasi melalui akun Tiktoknya.
KDM membantah uang kadeudeuhnya untuk Persib Bandung itu berasal dari "jual dedet" sapi keBbank BJB.
Yang benar, katanya, uang Rp800 juta tiu adalah tabungannya di Bank BJB. Uang tersebut berasal dari hasil penjualan sapi yang kemudian dia tabung di Bank BJB.
Dari uang tabungan Rp800 juta di tambah Rp200 juta yang diambil dari rumahnya, kata Dedi, ia gunakan sebagai kadeudeuh untuk Persib Bandung.
Akrab
Suasana di ruang pemerksaan, kata Tatang, berlangsung cair dan akrab. Penyidik Briptu Ilham Fadillah Fitri sesekali bercanda menanyakan seputar kedekatan Tatang dengan Dodi Permana dan narasumber yang memberi informasi kepadanya.
Selama pemeriksaan Tatang mengaku tak merasa sedang dimintai keterangan, karena penyidik dengan cerdik menciptakan suasana asyik seperti mengobrol biasa.
“Suasananya akrab seperti ngobrol biasa. Jadi pikiran tegang berubah menjadi rileks dan santai. Saya angkat jempol, begitu seharusnya seorang penyidik profesional,” kata Tatang.
Untuk melengkapi data, kata Tatang, penyidik akan memanggil beberapa saksi lagi termasuk Gubernur Dedi Mulyadi.
Dodi Permana dengan tegas siap menerima konsekuensinya. Dia akan terus melawan karena tujuanya untuk menyelamatkan BUMD Bank BJB.
"Tujuan saya agar Bank BJB tidak dirongrong atau direcoki oleh orang yang hanya memanfaatkan untuk kepentingan pribadi, " ujarnya.
Dodi juga berencana untuk melapor balik Boy Panji Sudrajat. "Atas saran kuasa hukum saya Prof Egi Sudjana, saya berencana melapor balik," katanya.***