WartaPesona.com - Iran dan Amerika Serikat akan menandatangani kesepakatan damai Jumat 19 Juni 2026 di Swiss.
Hal ini diungkap oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dikutip media CNN dan kantor berita AFP, Senin 15 Juni 2026.
Pakistan adalah negara yang memfasilitasi perdamaian antara Iran dan Amerika.
Baca Juga: Mengapa Jenazah Ali Khamenei Lebih Dari Empat Bulan Baru Dimakamkan?
Menurut Shehbaz Sharif, Iran dan Amerika sepakat menghentikan operasi militer secera permanen di semua front, termasuk di Lebanon.
Dari Amerika dikabarkan bahwa Presiden Donald Trump telah mengkonfirmasi hal ini.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai. Selamat kepada semua pihak!" kata Trump di jaringan media sosial Truth Social miliknya setelah Shehbaz Sahrif mengumumkan kabar tersebut.
Menurut Trump, perdamaian dengan Iran ini akan membuat Selat Hormuz kembali dibuka untuk pelayaran internasional tanpa biaya.
Baca Juga: Anggota OPM Bersenjata Diduga Mengawal Helikopter yang Mendarat di Pedalaman Papua
"Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!" demikian Trump.
Israel serang Hizbullah di Beirut
Di tengah upaya menuju perdamaian ini, Israel melancarkan serangan bom di posisi Hizbullah di Kota Beirut, Lebanon.
Israel menyebut salah seorang tokoh senior Hizbullah Ali Mussa Daqduq meninggal dalam serangan tersebut.
Israel menuding Daqduq terlibat dalam penculikan dan pembunuhan lima tentara Amerika di Irak pada tahun 2007.