Ia menyebut, koordinasi aktif antara pengelola SPPG, mitra dapur, serta yayasan pendukung terus dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan awal.
“Untuk masyarakat Indonesia, terima kasih atas masukan dan kritik yang disampaikan. Kami sebagai pelaksana program akan semaksimal mungkin terus mengevaluasi dan memperbaiki sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Aman juga mengajak publik untuk mengawal program MBG secara konstruktif dan proporsional.
Baca Juga: Viral di Media Sosial, Fakta Terungkap : Guru Honorer NTT Telah Ditetapkan Terima Tunjangan Rp2 Juta
Menurutnya, kritik yang disampaikan dengan data dan pemahaman menyeluruh akan membantu perbaikan kualitas layanan di lapangan.
“Tetap kawal program ini, saling mengoreksi, dan lebih bijak dalam memberikan komentar,” tambahnya.
Dengan komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan, SPPG Karangdowo menegaskan bahwa program MBG tetap hadir sebagai upaya nyata pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya, termasuk selama bulan Ramadan.
Di tengah berbagai tantangan dan sorotan publik, dapur MBG Karangdowo berupaya menjaga kepercayaan masyarakat dengan pelayanan yang konsisten, transparan, dan bertanggung jawab. *****
Baca Juga: Pidato Terakhir Khamenei Kembali Disorot, Sindir Kegagalan AS Menundukkan Iran Selama Puluhan Tahun