berita

Menu MBG Pekalongan Dipersoalkan, Dapur Tetap Sajikan Roti hingga Pisang Selama Ramadan

Rabu, 4 Maret 2026 | 13:30 WIB
Menu Ramadan Diprotes, Dapur MBG di Pekalongan Konsisten Sajikan Roti, Ayam, Tahu Tempe dan Pisang - WartaPesona.com (Jurnal Tinta)

WartaPesona.com – Di tengah sorotan publik dan keluhan yang muncul di sejumlah daerah terkait menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangdowo di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan optimal dengan menu yang terjaga kualitas dan kandungan gizinya.

SPPG Karangdowo memastikan bahwa seluruh proses penyediaan makanan selama bulan Ramadan tetap mengacu pada standar kebersihan, keamanan pangan, serta kecukupan gizi bagi para penerima manfaat.

Penyesuaian yang dilakukan lebih bersifat teknis dan operasional, tanpa mengurangi nilai nutrisi makanan yang disajikan.

Selama Ramadan, dapur MBG Karangdowo menyiapkan paket makanan berbuka puasa yang terdiri dari roti cokelat keju, ayam ungkep, tempe atau tahu ungkep, serta buah pisang.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Percepat Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Pantura

Seluruh menu tersebut diproses dengan pengolahan matang, kemudian divakum kedap udara sebelum dikemas dalam tote bag untuk memastikan keamanan dan ketahanan makanan selama proses distribusi.

Kepala SPPG Karangdowo, Amanun Tariq, menjelaskan bahwa menu Ramadan disusun secara konsisten dengan mempertimbangkan keseimbangan karbohidrat, protein hewani, protein nabati, serta vitamin dari buah-buahan.

“Untuk seminggu ini menunya tetap itu, nanti di minggu berikutnya mungkin ada variasi menu lagi,” ujar Amanun Tariq saat dihubungi, Kamis (26/2). “Kita niatnya memang tetap memberi makan bergizi untuk penerima manfaat,” tegasnya.

SPPG Karangdowo telah beroperasi sejak 27 Oktober tahun lalu dan saat ini melayani sebanyak 2.699 penerima manfaat.

Mereka berasal dari sembilan sekolah dan delapan Posyandu yang tersebar di dua kelurahan di wilayah Kecamatan Kedungwuni. Setiap hari, dapur beroperasi penuh untuk memastikan proses produksi, pengemasan, hingga distribusi makanan berjalan tepat waktu.

Baca Juga: Konflik Memanas di Iran, KBRI Teheran Fokus Jaga Keselamatan WNI

Selama bulan Ramadan, aktivitas memasak tetap berlangsung seperti hari-hari biasa. Namun, terdapat penyesuaian pada teknis operasional tertentu, khususnya dalam pencucian ompreng atau wadah makanan.

“Khusus untuk hari Senin dan Kamis, kami tetap menggunakan menu basah untuk Posyandu. Selain itu, menggunakan menu kering,” jelas Aman.

Menanggapi berbagai keluhan masyarakat mengenai menu MBG Ramadan yang dinilai kurang layak di sejumlah wilayah lain, Aman menegaskan bahwa evaluasi menjadi bagian penting dari keberlanjutan program.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB