Tresnany menyebut, baik warga lokal maupun turis tampak kebingungan dan ketakutan saat mendengar suara dentuman keras yang menyerupai petir, namun terjadi berulang kali.
Terima SMS Darurat dari Otoritas UEA
Di tengah situasi genting tersebut, Tresnany mengaku menerima pesan singkat (SMS) peringatan dari otoritas pemerintah UEA.
Pesan darurat itu diterima pada tengah malam, tepat ketika dirinya sudah bersiap untuk beristirahat.
“Kita semua dapat SMS alarm karena barusan ada suara ledakan banyak. Mana posisinya aku udah pakai baju tidur lagi,” jelasnya.
Pesan tersebut berisi imbauan agar warga tetap waspada dan mengikuti arahan keselamatan selama kondisi keamanan belum sepenuhnya kondusif.
Baca Juga: Ali Khamenei Pernah Beri Ultimatum Keras : Kematian Saya Tak Akan Hentikan Perlawanan Iran
137 Roket dan Ratusan Drone Terdeteksi
Dalam keterangannya, Tresnany juga membagikan informasi yang ia terima terkait skala serangan tersebut. Ia menyebut terdapat 137 roket dari Iran yang terdeteksi melintas di langit UEA.
Tak hanya itu, tercatat pula 209 drone yang terlibat dalam serangan. Dari jumlah tersebut, 195 drone dilaporkan berhasil dihancurkan, sementara 14 drone lainnya jatuh ke laut.
“Pantes dari tadi dengar suara ledakan,” tulis Tresnany.
“Aku enggak bisa tidur sampai jam 6 pagi soalnya dari tadi suara pesawat lewat-lewat di langit,” lanjutnya.
Baca Juga: Rencana Perang Sarung Remaja di Kebumen Digagalkan TNI, Video Penertiban Viral
Diimbau Jauhi Jendela
Berdasarkan arahan otoritas setempat, warga dan pendatang diminta menjauhi area jendela saat berada di dalam bangunan untuk menghindari risiko pecahan rudal atau serpihan lainnya.
Namun, imbauan tersebut justru membuat Tresnany semakin cemas.
“Kita disuruh jangan dekat-dekat sama jendela, masalahnya kasurku aja di samping jendela gede,” ungkapnya.
Ia mengaku tidak bisa tidur hingga pagi hari akibat rasa resah dan suara ledakan yang terus terdengar.